Minggu, 17 Mei 2026

MaxNovel Award 2025, Kementerian Budaya: Sastra adalah Ingatan Kolektif Bangsa

MaxNovel kembali menegaskan perannya sebagai penggerak ekosistem sastra Indonesia melalui penyelenggaraan MaxNovel Award 2025 yang digelar di UNJ.

Tayang:
Editor: Content Writer
Istimewa
EKOSISTEM SASTRA INDONESIA - MaxNovel kembali menegaskan perannya sebagai penggerak ekosistem sastra Indonesia melalui penyelenggaraan MaxNovel Award 2025 yang digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Selasa (16/12/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - MaxNovel kembali menegaskan perannya sebagai penggerak ekosistem sastra Indonesia melalui penyelenggaraan MaxNovel Award 2025 yang digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 16 Desember 2025.

Mengusung tema “Agar Cerita-Cerita Baik Indonesia Terus Hidup”, ajang ini menjadi ruang apresiasi bagi 10 penulis terbaik dari beragam latar belakang suku, daerah, dan agama, sekaligus memperlihatkan komitmen MaxNovel dalam menjaga keberagaman, kualitas, dan keberlanjutan sastra Indonesia.

Pemilihan UNJ, khususnya lingkungan Program Studi Bahasa dan Sastra, menjadi langkah strategis MaxNovel untuk menautkan dunia akademik dengan industri kreatif literasi. Kampus dipandang sebagai ruang subur lahirnya penulis-penulis masa depan, tempat nilai, pemikiran kritis, dan kreativitas sastra dapat dibina secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Dr. Andy Hadiyanto, M.A., menyampaikan bahwa kolaborasi ini menghadirkan ruang nyata bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk berkarya dan berdampak. Ia menilai sastra sebagai medium pendidikan yang efektif karena mampu menyampaikan nilai-nilai kebaikan secara lebih membumi dan lintas generasi.

Sorotan utama datang dari Direktur Promosi Kebudayaan, Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI, Undri, S.S., M.Si. Ia menilai MaxNovel Award sebagai inisiatif strategis yang memiliki posisi penting dalam upaya menjaga dan mempromosikan sastra Indonesia.

“Penghargaan MaxNovel yang mengusung tema ‘Agar cerita-cerita baik Indonesia terus hidup’ merupakan simbol inisiatif yang strategis dan visioner. Ini bukan sekadar ajang kompetisi sastra, melainkan ruang apresiasi dan pembinaan yang mendorong lahirnya karya-karya berkualitas yang kaya nilai budaya dan imajinasi,” ujar Undri.

Ia menegaskan bahwa sastra, khususnya novel, memiliki peran yang jauh melampaui fungsi hiburan. Sastra adalah ruang ingatan kolektif bangsa, tempat nilai, identitas, dan realitas sosial dirawat serta diwariskan lintas generasi.

Melalui karya sastra, cerita-cerita Indonesia mampu menembus batas geografis dan waktu, sekaligus menjadi medium penting untuk menampilkan wajah kebudayaan Indonesia kepada dunia.

Undri juga menyoroti peran platform seperti MaxNovel dalam ekosistem diplomasi budaya nasional. Menurutnya, karya sastra merupakan instrumen soft power yang bekerja secara halus namun mendalam.

Melalui inisiatif seperti MaxNovel Award, narasi Indonesia dapat hadir dalam dialog global secara lebih manusiawi, inklusif, dan bermakna. Ia mendorong sinergi berkelanjutan antara MaxNovel, perguruan tinggi, dan pemerintah, termasuk pemanfaatan Rumah Budaya Indonesia di luar negeri serta program penerjemahan karya sastra agar jangkauan sastra Indonesia semakin luas di tingkat internasional.

Dari pihak penyelenggara, Direktur MaxNovel Indonesia, Neo, menegaskan bahwa MaxNovel merupakan platform novel digital lokal Indonesia yang berfokus pada pengembangan ekosistem sastra nasional.

MaxNovel berkomitmen untuk mempromosikan pertumbuhan novel asli Indonesia dan mendukung penulis untuk mencapai keberlanjutan ekonomi. Sampai saat ini, lebih dari 5.000 penulis lokal telah menetap di platform MaxNovel dan memiliki pendapatan yang stabil.

Pada saat yang sama, platform MaxNovel membawa karya sastra Indonesia ke panggung internasional melalui kerjasama lintas budaya.

Semangat inklusif yang dipromosikan oleh MaxNovel Award 2025 juga sepenuhnya tercermin dalam kisah salah satu pemenang, penulis cacat Naga Hitam (Naga Hitam).

Baca juga: Kemenbud: Jangan Cuma Tambang yang Dieksploitasi, Kebudayaan Kalau Digarap Juga Bisa Hasilkan Uang

Dia berbagi bahwa menulis telah menjadi sumber harapan dan cara hidup baginya meskipun keterbatasan fisiknya, dan mengungkapkan rasa terima kasihnya yang tulus atas komitmen lama MaxNovel untuk memberikan kesempatan yang sama bagi para penulis dari latar belakang yang berbeda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved