Kamis, 23 April 2026

Tanggal 23 Desember 2025 Memperingati Hari Apa? Ada 3 Peringatan Penting

Tanggal 23 Desember 2025 bukan sekadar hari biasa menjelang perayaan Natal dan akhir tahun. Terdapat 3 peringatan penting.

aceh.kemenag.go.id
Kalender 23 Desember 2025 - Tangkapan layar laman aceh.kemenag.go.id pada Selasa (23/12/2025). Tanggal 23 Desember 2025 bukan sekadar hari biasa menjelang perayaan Natal dan akhir tahun. Terdapat 3 peringatan penting. 
Ringkasan Berita:
  • Tanggal 23 Desember 2025 memperingati 3 peringatan penting tingkat Nasional maupun Internasional.
  • 3 peringatan ini berbagai tema mulai perjuangan panjang di bidang kesehatan dan kependudukan di Indonesia hingga tradisi budaya populer.
  • Tiga peringatan ini di antaranya, Hari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Hari Maraton Film Natal Nasional dan HumanLight.

TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 23 Desember 2025 bukan sekadar hari biasa menjelang perayaan Natal dan akhir tahun.

Di balik suasana liburan, tanggal ini menyimpan beragam peringatan penting.

Setidaknya ada tiga momen yang diperingati pada tanggal ini, mulai dari perjuangan panjang di bidang kesehatan dan kependudukan di Indonesia, tradisi budaya populer yang menghangatkan suasana liburan, hingga perayaan global yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Peringatan pertama adalah Hari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), yang menandai berdirinya PKBI pada 23 Desember 1957. 

Momentum ini menjadi simbol awal perjuangan gerakan keluarga berencana di Indonesia untuk meningkatkan kesehatan reproduksi, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta membangun keluarga yang bertanggung jawab dan sejahtera.

Selain itu, tanggal 23 Desember juga dikenal sebagai National Christmas Movie Marathon Day atau Hari Maraton Film Natal Nasional. 

Peringatan ini mengajak masyarakat untuk menikmati film-film bertema Natal secara beruntun sebagai bagian dari tradisi liburan.

Peringatan ketiga adalah HumanLight, sebuah perayaan humanis yang menekankan nilai kemanusiaan, rasionalitas, dan perdamaian. 

3 Peringatan Penting pada Tanggal 23 Desember 2025

1. Hari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)

Baca juga: Tanggal 23 Desember Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HumanLight Day

Tanggal 23 Desember memiliki arti historis bagi dunia kesehatan dan sosial di Indonesia. 

Pada tanggal inilah, tahun 1957, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) resmi berdiri. 

Organisasi ini lahir dari kegelisahan sekelompok tokoh masyarakat dan tenaga medis yang melihat persoalan kependudukan sebagai ancaman nyata bagi masa depan bangsa, khususnya tingginya angka kematian ibu dan bayi, dikutip dari pkbi.or.id.

Pada era pascakemerdekaan, gagasan keluarga berencana bukanlah hal yang mudah diterima. 

Banyak pihak memandangnya sebagai bentuk pembatasan kebebasan, bahkan dianggap bertentangan dengan semangat membangun bangsa yang besar dan berpenduduk banyak.

Kehamilan dan persalinan kala itu lebih sering diposisikan sebagai kewajiban perempuan, tanpa mempertimbangkan risiko kesehatan yang harus mereka hadapi.

Kesadaran akan pentingnya pengaturan kelahiran mulai tumbuh dari diskusi lintas negara dan keilmuan. 

Dr. Soeharto, dokter pribadi Presiden Soekarno, menjadi salah satu tokoh sentral yang menggagas pembentukan organisasi keluarga berencana. 

Pertukaran gagasan dengan tokoh-tokoh internasional seperti Dorothy Brush, Abraham Stone, dan Margaret Sanger memperkaya perspektif bahwa keluarga berencana bukan sekadar soal jumlah anak, tetapi tentang kualitas hidup keluarga.

Seiring waktu, PKBI mengembangkan pendekatan yang menempatkan keluarga sebagai fondasi kesejahteraan sosial.

Fokusnya meluas pada hak kesehatan seksual dan reproduksi, dengan perhatian khusus pada kelompok miskin dan marjinal. 

Upaya panjang ini akhirnya mendapat pengakuan internasional ketika PKBI menjadi anggota penuh International Planned Parenthood Federation (IPPF) pada tahun 1969.

Respons pemerintah pun menyusul dengan pembentukan lembaga resmi keluarga berencana yang kini dikenal sebagai BKKBN. 

Hingga kini, PKBI tetap berperan aktif di berbagai daerah di Indonesia, menjadi mitra kritis dalam memperjuangkan kesehatan reproduksi dan keluarga yang berdaya. 

2. National Christmas Movie Marathon Day (Hari Maraton Film Natal Nasional)

Berbeda dari peringatan sebelumnya yang sarat perjuangan sosial, 23 Desember juga dirayakan dengan nuansa hangat dan santai melalui National Christmas Movie Marathon Day di Amerika Serikat.

Peringatan ini relatif baru, namun cepat mendapatkan tempat di hati banyak orang, terutama di negara-negara dengan tradisi Natal yang kuat.

Hari Maraton Film Natal Nasional diperkirakan muncul pada awal tahun 2000-an, seiring berkembangnya budaya hiburan rumahan, dikutip dari daysoftheyear.com.

Gagasan dasarnya sederhana yaitu menyediakan satu hari khusus untuk menikmati film-film bertema Natal secara maraton, sebagai jeda dari hiruk pikuk persiapan liburan.

Tradisi ini berakar pada sejarah panjang film Natal itu sendiri. Sejak akhir abad ke-19, tema Natal telah hadir di dunia perfilman, dimulai dari film bisu pendek Santa Claus pada tahun 1898. 

Seiring perkembangan industri film, cerita Natal diangkat dalam berbagai genre, dari kisah klasik penuh pesan moral, drama menyentuh, hingga komedi dan fantasi.

Masuknya teknologi video rumahan pada era 1980-an membuat film Natal semakin dekat dengan kehidupan keluarga. 

Orang tidak lagi harus menunggu jadwal tayang televisi. 

Saluran televisi khusus kemudian memperkuat tradisi ini dengan maraton film liburan yang berlangsung berminggu-minggu.

Kini, di era layanan streaming, Hari Maraton Film Natal Nasional semakin relevan. 

Penonton dapat memilih film favorit dari berbagai negara dan gaya cerita. 

Lebih dari sekadar hiburan, peringatan ini menjadi simbol kebersamaan, nostalgia, dan cara sederhana untuk menikmati momen akhir tahun bersama orang-orang terdekat.

3. HumanLight

Peringatan ketiga pada 23 Desember datang dari ranah nilai dan filosofi, yaitu HumanLight. 

Berbeda dengan hari raya keagamaan, HumanLight diciptakan sebagai perayaan humanis yang menekankan pentingnya kemanusiaan, akal budi, dan solidaritas.

HumanLight lahir pada tahun 2001 atas inisiatif Jaringan Humanis New Jersey, dikutip dari National Today.

Tujuannya adalah menyediakan ruang perayaan bagi individu yang ingin turut merasakan semangat musim liburan tanpa harus terikat pada tradisi keagamaan tertentu. 

Pemilihan tanggal 23 Desember dilakukan secara sengaja, agar berada di tengah suasana liburan namun tidak menggantikan perayaan lain.

Perayaan publik pertamanya berlangsung di Verona, New Jersey, dengan dukungan tokoh humanis terkemuka, Dr. Paul Kurtz. 

Sejak itu, HumanLight mulai diadopsi oleh berbagai komunitas di berbagai negara. 

Pengakuan resmi dari American Humanist Association pada tahun 2004 semakin memperkuat posisinya sebagai perayaan yang bermakna bagi komunitas humanis global.

(Tribunnews.com/Farra)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved