Senin, 8 Juni 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Pratikno Sebut 1.050 Huntara Telah Dibangun untuk Korban Bencana Sumatra

Menko PMK Pratikno mengatakan, sebanyak 1.050 hunian sementara (huntara) telah dibangun untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
BENCANA DI SUMATRA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam konferensi pers, Rabu (3/12/2025). Ia mengatakan, sebanyak 1.050 hunian sementara (huntara) telah dibangun untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 1.050 hunian sementara (huntara) telah dibangun untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
  • Pembangunan huntara dilakukan oleh sejumlah pihak, di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
  • Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari pemulihan pascabencana.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan, sebanyak 1.050 hunian sementara (huntara) telah dibangun untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Hal itu disampaikan Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

"Terkait hunian sementara dan hunian tetap, per 28 Desember huntara di tiga provinsi sudah mulai dibangun dan sebagian sudah selesai, yaitu sebanyak total proses pembangunan dan sebagian sudah selesai itu totalnya 1.050 unit hunian," ujarnya.

Pratikno menyebut, pembangunan huntara dilakukan oleh sejumlah pihak.

Di antaranya ialah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari pemulihan pascabencana.

"Yang dibangun BNPB bersama daerah itu ada 450. Sedangkan yang dibangun Danantara beserta jajaran BUMN itu 600 unit huntara," ungkapnya.

Aktivitas Ekonomi

Terkait akivitas ekonomi, Pratikno mengatakan, sebanyak 112 pasar tradisional di Aceh terdampak bencana di mana 18 di antaranya sudah sepenuhnya beroperasi.

"Di Sumut ada 47 pasar terdampak. Kini 46 pasar sudah beroperasi. Masih satu yang dalam proses percepatan. Di Sumbar ada tiga pasar terdampak. Kini dua pasar sudah mulai beroperasi. Ada satu dalam proses percepatan pemulihan," tutur Pratikno.

Ia menegaskan bahwa pemerintah bakal terus mempercepat pemulihan pasar-pasar tradisional.

"Pemerintah akan terus mempercepat kembali aktifnya pasar-pasar tradisional ini melalui pendataan infrastruktur, pembersihan, dan juga dukungan keterlibatan dari K/L-K/L (kementerian/lembaga) yang terkait," terangnya.

Baca juga: Bencana Alam di Indonesia Sepanjang Tahun 2025: Banjir Besar di Bekasi hingga Sumatra

Jumlah Korban

Jumlah korban jiwa imbas bencana yang terjadi di Sumatra kembali bertambah. 

Total korban meninggal dunia sebanyak 1.140 jiwa pada Minggu (28/12/2025)

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut, penambahan korban jiwa terjadi setelah tim SAR gabungan menemukan dua jasad korban di wilayah Bener Meriah dan Aceh Utara.

BNPB juga menyatakan bahwa masih ada ratusan orang yang belum ditemukan.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian untuk menekan angka korban hilang. 

"Masih ada 163 nama yang dinyatakan masih hilang, dilaporkan masih dalam daftar pencarian." 

"Ini tentu saja masih terus dilakukan pencarian hingga kita bisa menekan angka korban hilang sekecil mungkin," ujar Abdul.

(Tribunnews.com/Deni)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved