Selasa, 19 Mei 2026

Pelatih Valencia Femenino B Tenggelam

Pemerintah Stop Sementara Aktivitas Kapal Wisata di Perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo

Pemerintah memberhentikan sementara aktivitas kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo menyusul insiden kapal terguling

Tayang:
Editor: Sri Juliati
SAR Komodo Labuan Bajo
KECELAKAAN KAPAL - Empat warga negara Spanyol belum ditemukan dalam insiden kecelakaan kapal wisata phinisi yang terjadi di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 26 Desember 2025. Pemerintah memberhentikan sementara aktivitas kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo menyusul insiden kapal terguling 

Sementara empat warga spanyol lainnya tidak berhasil dievakuasi.

Mereka adalah seorang laki-laki dewasa serta tiga anaknya.

Belakangan viral, ternyata salah satu korban yang belum ditemukan itu adalah pelatih klub sepakbola di wilayah Valencia, Fernando Martin.

Perkembangan terkini, Tim SAR telah berhasil menemukan satu jenazah korban WNA Spanyol pada hari ke-4 pencarian, berjenis kelamin perempuan, pada Senin (29/12/2025) pukul 06.05 Wita.

Melansir Pos-Kupang.com, korban yang ditemukan berjenis kelamin perempuan dan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. 

Jasad korban mengambang di pinggir perairan utara Pulau Serai, Labuan Bajo yang kemudian ditemukan warga Pulau Serai, Nasaruddin.

Ibu korban yang selamat dari insiden ini menangis histeris saat membuka kantong jenazah putrinya.

Pencarian masih terus dilanjutkan untuk mencari tiga korban lainnya yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

TIM SAR juga memperluas lokasi operasinya guna mencari keberadaan tiga WNA tersebut.

Hari ini operasi SAR diperkuat dengan kedatangan Kapal KN SAR Puntadewa 250.

KN SAR Puntadewa 250 dilengkapi peralatan navigasi dan jangkauan operasi yang lebih luas, sehingga diharapkan mampu menjangkau area pencarian yang tidak dapat dijangkau oleh perahu kecil, terutama di perairan dengan arus kuat.

Terlebih karakter perairan di sekitar Pulau Padar dikenal memiliki arus laut kuat dan berubah-ubah. 

Perairan ini merupakan jalur pertemuan arus dari Laut Flores dan Selat Sape sehingga pergerakan arus dapat membawa objek terapung menjauh dari lokasi awal kejadian.

Selain arus, kontur perairan yang terbuka serta banyaknya pulau kecil di kawasan Taman Nasional Komodo turut memengaruhi pola penyisiran.

Sebagian artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Empat Hari Pencarian, Nasib Pelatih Valencia Fernando Martin Belum Bisa Dipastikan

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)(Pos-Kupang.com/Alfons Nedabang)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved