Selasa, 2 Juni 2026

PBNU dan Dinamika Organisasinya

Gus Ipul: Pertemuan Rais Aam dan Gus Yahya di Surabaya Hanya Salawatan, Tak Bahas Muktamar 

KH Yahya Cholil Staquf, KH Miftachul Akhyar dan Saifullah Yusuf bersama jajaran PBNU bertemu di Surabaya.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
MUKTAMAR PBNU - Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kampus Unesa, Surabaya, Senin (29/12/2025). KH Yahya Cholil Staquf, KH Miftachul Akhyar dan Saifullah Yusuf bersama jajaran PBNU bertemu di Surabaya. 

Ringkasan Berita:
  • Pertemuan PBNU di Surabaya bersifat silaturahmi dan doa bersama.
  • Tidak ada pembahasan Muktamar PBNU.
  • Gus Ipul imbau warga NU tetap tenang dan percayakan pada ulama.

 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan jajaran PBNU mengadakan pertemuan di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya pada Minggu (28/12/2025).

Gus Ipul mengatakan pertemuan di Surabaya tidak membahas mengenai Muktamar PBNU

Menurut Gus Ipul, pertemuan itu hanya silaturahmi dan doa bersama. 

"Kemarin itu kita salawatan, kita doa bersama, ketemu di pesantrennya Rais Aam. Kita lebih banyak berdoa malah, tidak ada sambutan, tidak ada rapat, di situ isinya hanya salawatan," ujar Gus Ipul di Kampus Unesa, Surabaya, Senin (29/12/2025). 

Menurut Gus Ipul, pembicaraan terkait Muktamar diserahkan kepada Kyai Miftachul Akhyar dan Gus Yahya. 

Waktu mengenai pelaksanaan Muktamar PBNU merupakan kewenangan keduanya. 

"Belum, belum ada. Belum ada pembicaraan, diserahkan kepada Kyai Miftachul Akhyar dan Gus Yahya untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi yang berkembang di sana. Kita tinggal nunggu informasi lebih lanjut," katanya. 

"Nanti sudah di tangan Kyai Miftachul Akhyar dan Gus Yahya untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut," tambahnya. 

Dirinya mengatakan NU memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Penyelesaian masalah tersebut, kata Gus Ipul, dapat dilakukan sesuai aturan yany ada atau secara kultural. 

"Semua ini dilewati dan untuk itu mari kita tunggu saja musyawarahnya para ulama-ulama itu," katanya. 

Ia meminta seluruh struktur NU, baik pengurus wilayah maupun pengurus cabang, untuk tetap tenang dan tidak terpancing dinamika perbedaan pendapat yang muncul belakangan ini.

"Saya minta kepada pengurus cabang, pengurus wilayah untuk tetap tenang, mengikuti perkembangan, percayakan kepada para ulama untuk mencarikan solusi yang terbaik. Ya. Jadi kita tenang dan perbedaan pendapat ini kita pahami sebagai sebuah dinamika yang insyaallah pada saatnya akan mendapatkan solusi," ucapnya. 

Terkait Muktamar, Gus Ipul mengatakan seluruh informasi resmi akan disampaikan pada waktunya setelah ada pembicaraan lanjutan di tingkat pimpinan tertinggi PBNU.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved