Kasus Korupsi Minyak Mentah
Sidang Korupsi Minyak Mentah Pertamina, Terungkap Trafigura Hubungi Agus Purwono Agar Menang Lelang
Eks Senior Manager Trafigura, Martin Haendra Nata mengaku pihaknya berkomunikasi dengan Agus Purwono untuk menang lelang impor minyak mentah
Ringkasan Berita:
- Untuk mendaftarkan demut baru pihaknya Trafigura menggunakan perusahaan Trafigura Asia Trading
- Trafigura Asia Trading menjadi pemenang lelang pengadaan impor minyak mentah pada 2022
- Trafigura berkomunikasi dengan VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional Agus Purwono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Senior Manager Trafigura, Martin Haendra Nata mengaku pihaknya berkomunikasi dengan VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional Agus Purwono terkait lelang impor minyak mentah.
Trafigura saat itu masuk dalam daftar mitra usaha terseleksi atau demut bersyarat pengadaan lelang impor minyak mentah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) hingga menjadi pemenang lelang.
Dalam persidangan Martin mengaku mengetahui bahwa sebelum dirinya bergabung ke perusahaannya 2021, Trafigura Pte Ltd pernah dikenai sanksi atau blacklist oleh PT KPI sebagai demut.
Namun, saat ia mulai bekerja, ia tidak mengetahui secara pasti apakah sanksi tersebut masih berlaku, hanya mengetahui bahwa Trafigura tidak diundang dalam pengadaan PT KPI.
Kemudian jaksa menanyakan apakah Martin setelah bergabung bersama Trafigura pernah mengusulkan PT Trafigura Asia Trading (TAT) jadi demut di PT Kilang Pertamina Internasional.
Martin pun membenarkan hal tersebut.
Baca juga: Sidang Korupsi Minyak Mentah Pertamina, Orang BP Singapore Akui Pernah Beri Tas Golf ke Edward Corne
"Pada saat itu Head of Oil Asia Trafigura (2021 Ignacio Moyano-red). Apakah saudara juga mengetahui terkait adanya proposal yang dikirimkan oleh Ignacio Moyano ke saudara Yoki Finandi terkait apa?" tanya jaksa dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) 2018-2023 di PN Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).
Martin menerangkan hal itu terkait permasalahan pembayaran Trafigura Pte Ltd (TPL) kepada Pertamina.
Sehingga, TPL masih masuk daftar hitam demut Pertamina.
Martin menjelaskan untuk mendaftarkan demut baru pihaknya menggunakan PT TAT bukan PT TPL.
Baca juga: Eks Dirut Pertamina Nicke Widyawati Dihadirkan di Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Minyak Mentah
"Ketika itu saya dapat informasi ternyata ada klaim yang harus diselesaikan dahulu," kata Martin.
Jaksa lalu menanyakan saat menyelesaikan permasalahan tersebut, apakah PT TAT juga didaftarkan menjadi demut.
"Kapan kemudian PT TAT ini diundang Pertamina mengikuti pelelangan impor minyak mentah," tanya jaksa.
Martin menjawab hal itu terjadi sekitar pertengahan Juni 2022.
Jaksa lantas menanyakan kapan Trafigura Asia Trading dinyatakan menjadi pemenang lelang pengadaan impor minyak mentah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sidang-dugaan-korupsi-tata-kelola-minyak-mentah-432.jpg)