Minggu, 26 April 2026

Aktivis dan Influencer Diteror

Respons Zainal Arifin Mochtar atas Teror Oknum Mengaku Polisi, Kapolresta Yogya Angkat Bicara

Zainal Arifin Mochtar terima ancaman telepon diduga oknum polisi, Polresta Jogja pastikan itu penipuan.

|
Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
ZAINAL ARIFIN MOCHTAR - Zainal Arifin Mochtar ungkap ancaman telepon diduga oknum polisi, Polresta Jogja bantah keterlibatan. 
Ringkasan Berita:
  • Guru Besar Hukum UGM, Zainal Arifin Mochtar, mengaku menerima ancaman telepon dari nomor tak dikenal yang mengaku polisi Polresta Yogyakarta
  • Penelepon meminta ia datang membawa KTP dan mengancam akan menangkap jika menolak. 
  • Zainal menilai itu penipuan dan mengungkapnya di Instagram. 
  • Kapolresta Yogyakarta menegaskan nomor tersebut bukan milik anggota polisi dan menyebut aksi itu upaya penipuan.

TRIBUNNEWS.COM - Guru Besar Hukum Kelembagaan Negara Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Zainal Arifin Mochtar, mengaku menjadi korban teror yang diduga dilakukan oknum mengaku polisi. 

Dia menerima ancaman yang disampaikan melalui panggilan telepon dari nomor +6283817941429. 

Orang Tidak Dikenal (OTK) yang meneleponnya itu mengaku sebagai polisi dari Polresta Yogyakarta.

Oknum polisi itu meminta dia untuk datang ke kantor polisi dan membawa KTP.

Penelepon mengancam akan menangkap dia jika tidak memenuhi permintaan tersebut.

Dia mengaku dua kali menerima telepon. 

Telepon penipuan pertama ia terima sekitar 1-2 pekan lalu.

Kemudian pada Jumat (2/1/2026), ia mendapatkan telpon yang sama.

Ia mendapat telepon dari nomor itu sekitar pukul 13.57 WIB

Baca juga: DJ Donny Bantah Rekayasa Aksi Teror, Minta Perlindungan LPSK setelah Rumah Dilempar Bom Molotov

Respons Zainal Arifin Mochtar

Peristiwa itu diungkap dia di akun media sosial Instagram, @zainalarifinmochtar pada Jumat (2/1/2026).

"Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa KTP. Jika tidak (menghadap dan membawa KTP ke Polresta Yogyakarta), akan segera melakukan penangkapan," katanya.

"Suaranya diberat-beratkan, supaya kelihatan punya otoritas," sambungnya.

Ia tak ambil pusing dengan telpon tersebut. Menurut dia, telpon tersebut adalah penipuan yang tidak jelas. 

"Saya hanya ketawa dan matiin hape, lanjut ngetik," lanjutnya.

Ia menilai masyarakat sudah paham telpon tidak jelas seperti yang diterimanya adalah penipuan.

Sayangnya, penipuan serupa dibiarkan saja. Tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk melakukan penegakan.

"Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris tidak pernah ada yang dikejar dengan serius. Data kita diperjualbelikan dan berbagai tindakan scam lainnya," ujarnya.

"Kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk mengancam dan nakutin orang-orang tertentu.. Nggak akan ngefek," pungkasnya.

Baca juga: Nomor Ponsel Dicatut untuk Pinjol, Surya Saputra Alami Teror Debt Collector

Kapolresta Jogja Angkat Bicara

Diberitakan sebelumnya, telepon ancaman yang diterima Zainal Arifin Mochtar telah direspons kepolisian.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, mengatakan nomor tersebut bukan lah milik anggota kepolisian Polresta Yogyakarta.

“Gak ada anggota Polresta Yogyakarta dengan nomor (Hp) itu, ini kami lagi dengan Kasat Reskrim,” terang Kapolresta, saat dihubungi Jumat (2/1/2026).

Eva Pandia mengklaim oknum tersebut sangat dimungkinkan hendak melakukan upaya penipuan terhadap Uceng.

Secara prosedur, Eva Pandia menegaskan apabila pihaknya ingin melakukan panggilan via sambungan telefon, nomor yang digunakan sudah pasti nomor resmi Polresta Yogyakarta.

“Kalau ada panggilan ke seseorang, kami pasti tertulis resmi mas, gak ada seperti itu. Mungkin mau menipu saja itu,” terang Kapolresta.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved