Sabtu, 25 April 2026

Aktivis dan Influencer Diteror

Soroti Teror Terhadap Aktivis, Legislator PDIP Ingatkan Bahaya Kekuasaan Antikritik

Deddy Sitorus, menyoroti maraknya teror dan tekanan terhadap sejumlah aktivis hingga influencer yang bersikap kritis belakangan ini. 

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
TEROR - Politikus PDIP Deddy Sitorus saat ditemui di lokasi Kongres VI PDIP, Nusa Dua, Bali, Sabtu (2/8/2025). Ia menyoroti maraknya teror dan tekanan terhadap sejumlah aktivis hingga influencer yang bersikap kritis belakangan ini.  

Ringkasan Berita:
  • Deddy Sitorus mengingatkan bahwa sikap antikritik merupakan ancaman serius bagi kehidupan demokrasi
  • Dia menilai ruang publik seharusnya menjadi arena pertukaran ide, gagasan, dan posisi secara terbuka dan beradab
  • Dalam rentang waktu tiga hari antara Senin hingga Rabu, 29-31 Desember 2025, ada empat tokoh yang mengalami aksi teror dan ancaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Sitorus, menyoroti maraknya teror dan tekanan terhadap sejumlah aktivis hingga influencer yang bersikap kritis belakangan ini. 

Dia mengingatkan bahwa sikap antikritik merupakan ancaman serius bagi kehidupan demokrasi.

Menurut Deddy, berbagai tindakan intimidasi yang terjadi belakangan ini mencerminkan ketidakdewasaan sebagian aktor atau pendukung kekuasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat.

"Berbagai teror dan tekanan terhadap individu maupun kelompok kritis belakangan ini adalah refleksi dari para aktor (pendukung) kekuasaan yang otaknya masih dalam proses tumbuh kembang,” kata Deddy kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).

Politikus dari daerah pemilihan Kalimantan Utara tersebut mengibaratkan respons represif terhadap kritik tersebut seperti perilaku anak kecil yang meluapkan kemarahan secara tidak terkendali ketika keinginannya tidak terpenuhi.

Baca juga: Bangkai Ayam, Bom Molotov, Hingga Teror COD: LPSK Siapkan Perlindungan Darurat

“Ini persis seperti fase balita yang marah ketika dimarahi atau tidak dikasih mainan lalu tantrum, mengancam, teriak, dan memukul ke sana kemari, termasuk orang tuanya sendiri,” katanya.

Deddy menegaskan dalam negara yang beradab, berkemanusiaan, dan demokratis, penggunaan kekerasan maupun kekuasaan secara berlebihan tidak dapat dibenarkan. 

Menurutnya, perilaku semacam itu justru menunjukkan watak kekuasaan yang sulit menerima kritik dan perbedaan.

Dia menilai ruang publik seharusnya menjadi arena pertukaran ide, gagasan, dan posisi secara terbuka dan beradab.

Baca juga: Ada Simbol Misterius di Surat Ancaman, DJ Donny Jadi Target Teror

Dialektika yang sehat, lanjutnya, merupakan prasyarat penting bagi kemajuan bangsa.

“Ruang publik itu adalah pasar pertukaran ide, gagasan, dan posisi yang merupakan dialektika normal dan dibutuhkan bagi kemajuan,” ujar Deddy.

Di tengah penanganan bencana banjir bandang Sumatera, sejumlah aktivis, aktor, dan influencer (pemengaruh media sosial) mendapat teror karena mengkritik penanganan pasca-bencana.

Tercatat, hanya dalam rentang waktu tiga hari antara Senin hingga Rabu, 29-31 Desember 2025, sudah ada empat tokoh yang mengalami aksi teror dan ancaman.

Mereka adalah aktor Yama Carlos, kreator konten Sherly Annavita, kreator konten DJ Donny, dan aktivis lingkungan Iqbal Damanik.

Bangkai Ayam, Bom Molotov, Hingga Perusakan Kendaraan

Laman resmi Greenpeace Indonesia menyatakan Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik dikirimi bangkai ayam tanpa pembungkus pada Selasa (30/12/2025).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved