Jumat, 10 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Penanganan Pascabencana Dimulai, Pemulihan Air Bersih Sumatera Diprioritaskan

Kasur hingga air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi rumah sakit (RS) dan puskesmas setelah bencana di Pulau Sumatra.

(Ho/Campus League)
PEMULIHAN BENCANA - Kasur hingga air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi rumah sakit (RS) dan puskesmas setelah bencana di Pulau Sumatra. 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melepas pengiriman bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera
  • Pelepasan bantuan berlangsung di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, sebagai bentuk dukungan Pemkot Bekasi terhadap upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.
  • Tri Adhianto mengatakan pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi dampak bencana.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melepas pengiriman bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera

Pelepasan bantuan berlangsung di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, sebagai bentuk dukungan Pemkot Bekasi terhadap upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.

Tri Adhianto mengatakan pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi dampak bencana.

"Ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk meringankan beban masyarakat terdampak. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan lembaga kemanusiaan sangat dibutuhkan, terutama dalam fase recovery atau pemulihan pascabencana," ujar Tri melalui keterangan tertulis, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.

air bersih aq
BENCANA SUMATERA - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat melepas pengiriman bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor Sumatera di Plaza Pemerintah Kota Bekasi. (HO/Qudwah)

Bantuan tersebut dihimpun dan disalurkan oleh Qudwah Indonesia sebagai bagian dari rangkaian program kemanusiaan yang telah berjalan hampir satu bulan terakhir. 

Presiden Direktur Qudwah Indonesia, Lukman Hakim, mengatakan pengiriman bantuan kali ini merupakan kelanjutan dari distribusi yang sebelumnya telah dilakukan langsung ke sejumlah wilayah terdampak.

"Selama hampir satu bulan terakhir kami telah menjalankan program bantuan di tiga provinsi. Hari ini merupakan pengiriman bantuan dalam bentuk barang yang dihimpun dari masyarakat dan harus segera kami distribusikan kepada para penyintas,” kata Lukman.

Ia menjelaskan, bantuan yang dikirimkan meliputi genset, pompa air, popok bayi, sembako, serta berbagai kebutuhan ibu dan anak. Seluruh bantuan tersebut merupakan amanah masyarakat yang harus disalurkan sesuai peruntukannya.

"Bantuan ini tidak bisa dialihkan. Ini amanah dari masyarakat dan harus sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Lukman menambahkan, hingga saat ini Qudwah Indonesia telah menghimpun bantuan dengan nilai lebih dari setengah miliar rupiah. 

Dari total tersebut, sekitar 60 persen dialokasikan untuk kebutuhan tanggap darurat, sementara 40 persen difokuskan pada program pemulihan pascabencana.

Pada tahap selanjutnya, Qudwah Indonesia akan memprioritaskan program pemulihan akses air bersih di wilayah terdampak. 

Menurut Lukman, krisis air bersih menjadi persoalan mendesak akibat rusaknya sumber air dan tercemarnya lingkungan pascabanjir dan longsor.

"Kami sedang melakukan asesmen untuk program recovery air, termasuk pengeboran sumur dan instalasi jaringan air bersih. Air adalah kebutuhan dasar agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal," jelasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved