Top Rank
Rumah Paling Sering Jadi Lokasi Kejahatan, Disusul Jalan Umum dan Perkantoran
Berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesia, rumah menjadi lokasi kejahatan paling sering terjadi.
Ringkasan Berita:
- Berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesia, rumah menjadi lokasi kejahatan paling sering terjadi.
- Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 77.118 tindak kejahatan terjadi di rumah.
- Di urutan kedua dan ketiga ada jalan umum dan perkantoran, yang menjadi lokasi kejahatan paling banyak terjadi.
TRIBUNNEWS.COM - Kejahatan masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat di Indonesia.
Data dari Kepolisian Rebulik Indonesia menunjukkan tindak kriminal tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi justru paling sering berlangsung di lingkungan terdekat masyarakat.
Melansir pusiknas.polri.go.id, rumah atau pemukiman warga tercatat sebagai lokasi kejahatan paling banyak terjadi, terutama kasus pencurian, perampokan hingga kekerasan.
Sepanjang tahun 2025 tercatat ada sebanyak 380.424 tindak kejahatan terjadi di Indonesia.
Rumah menjadi lokasi kejahatan paling banyak terjadi. Tercatat ada 77.118 tindak kriminal terjadi di rumah sepanjang 2025.
Posisi kedua adalah jalan umum dengan 17.936 kejahatan.
Sementara perkantoran berada di urutan ketiga, menjadi lokasi kejahatan paling banyak terjadi yakni 9.157 kasus.
Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kriminalitas tersebut, di antaranya faktor ekonomi yang paling dominan.
Selain itu juga kesenjangan, salah paham, permasalahan sosial, hingga gangguan keamanan.
5 Lokasi Kejahatan Paling Banyak Terjadi
- Rumah: 77.188 kasus
- Jalan umum: 17.936 kasus
- Perkantoran: 9.157 kasus
- Pertokoan/Mal/Pusat Perbelanjaan: 7.120 kasus
- Pasar: 1.631 kasus
Baca juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Kejahatan Tertinggi di Indonesia, Sumut Urutan Pertama
Sementara itu, berikut beberapa tips untuk tetap waspada dan menghindari potensi bahaya yang mungkin mengintai Anda, melansir bpm.uma.ac.id:
1. Kenali Lingkungan
Menjadi sadar akan lingkungan sekitar adalah langkah pertama dalam menjaga keamanan pribadi.
Amati siapa pun yang berada di sekitar Anda dan waspada tanda-tanda perilaku mencurigakan seperti mengintai, mengikuti, atau bertindak mencurigakan.
2. Gunakan Akal Sehat
Jangan ragu untuk mengikuti insting Anda. Jika ada sesuatu yang terasa tidak benar atau tidak aman, segera tinggalkan area tersebut dan cari tempat yang lebih aman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-borgol-polisi-ok.jpg)