Prabowo Beri Tambahan Anggaran Riset Perguruan Tinggi Rp4 Triliun
Mendikti Saintek Brian Yuliarto menyebut Presiden Prabowo Subianto akan menambah anggaran riset untuk perguruan tinggi sebesar Rp4 triliun.
Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto akan menambah anggaran riset untuk perguruan tinggi sebesar Rp4 triliun.
- Langkah itu merupakan salah satu bukti bahwa Prabowo memberikan amanat kepada para akademisi di perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia.
- Kepala Negara menjuluki para rektor dan guru besar sebagai brains of our country.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto akan menambah anggaran riset untuk perguruan tinggi sebesar Rp4 triliun.
Hal itu disampaikan Brian setelah pertemuan antara Prabowo dengan 1.200 rektor dan guru besar di Istana Negara, Kota Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
"Secara khusus tadi kami perlu sampaikan bahwa Bapak Presiden juga menambah alokasi dana untuk riset dan inovasi seluruh perguruan tinggi itu sampai Rp4 triliun," ujarnya.
Langkah itu, sambung Brian, merupakan salah satu bukti bahwa Prabowo memberikan amanat kepada para akademisi di perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia.
"Jadi itu adalah satu bukti, satu gambaran betapa memang Bapak Presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi, kepada seluruh peneliti, seluruh guru besar untuk memiliki kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa kita ke depan," terang pria kelahiran Jakarta, 27 Juli 1975 itu.
Mendikti Saintek juga menyebut, Kepala Negara menjuluki para rektor dan guru besar sebagai brains of our country.
Prabowo pun berharap, para akademisi itu, dapat bermanfaat bagi masyarakat.
"Pak Presiden menyampaikan para pimpinan perguruan tinggi maupun para guru besar terutama ini adalah brains of our country."
"Jadi berkumpulnya orang-orang pintar yang seharusnya menjadi insan yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ungkap Brian.
Menurutnya, Prabowo mengajak para rektor dan guru besar yang hadir untuk merefleksikan apa yang sudah diberikan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Pasalnya, mereka adalah orang-orang terpilih yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia untuk menjadi pemimpin keilmuan.
Baca juga: Alasan Pertemuan Prabowo dengan 1.200 Rektor dan Guru Besar Digelar Tertutup di Istana
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, memastikan anggaran riset akan ditambah tahun ini.
Saat ini, menurut Arif, anggaran untuk riset yakni sebesar Rp 8 triliun. Bila ditambah Rp 4 triliun, maka total yang akan diterima untuk riset mencapai Rp 12 triliun.
"Presiden punya komitemen dan sudah disampaikan kepada para guru besar, bahwa jumlah yang akan ditingkatkan sekitae 50 persen untuk riset," kata Arif di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026).
Arif menilai, tambahan anggaran riset ini, dapat mendukung program-program strategis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, sebagaimana dilansir Kontan.co.id.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah guru besar, rektor, hingga dekan bidang sosial dan humaniora mendatangi Istana Kepresidenan pada Kamis hari ini.
Mereka masuk melalui pintu Sekretariat Negara, Jalan Majapahit, Jakarta sejak pukul 07.30 WIB.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Stella Christie, mengatakan sekitar 1.200 orang yang hadir untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Mereka mengenakan jas almamater masing-masing kampus.
"Hari ini Bapak Presiden mengumpulkan sekitar yang sudah hadir 1.200 orang, jadi banyak sekali yang hadir dan juga dikhususkan bagi bidang sosial humaniora," kata Stella.
Menurutnya, Presiden Prabowo menaruh perhatian kepada pendidikan bidang sosial dan humaniora.
Stella sekaligus menyatakan tidak benar jika bidang sosial humaniora tidak mendapatkan perhatian dari Presiden.
"Jadi kalau sebelumnya itu agak umum dan juga ada kekhususan mungkin mengenai STEM, pada hari ini dikhususkan kepada bidang sosial humaniora," katanya.
"Jadi kepada para saudara-saudara akademisi yang merasa mungkin agak khawatir bahwa sosial humaniora tidak diperhatikan, tidak benar. Justru khusus hari ini Bapak Presiden mengumpulkan (guru besar, rektor, dekan) sosial humaniora," katanya.
Baca juga: Prabowo Diskusi Tertutup dengan Guru Besar-Dekan Soshum, Bahas Geopolitik Hingga Biaya Kuliah
Stella mengatakan, Presiden juga sangat memberikan perhatian kepada pendidikan tinggi dan humaniora.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran telah meningkatkan dana riset secara signifikan yakni sebesar 218 persen.
"Ini banyak sekali peningkatannya dalam satu tahun di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto," katanya.
Pemerintah terus berupaya untuk mendukung riset atau penelitian sebaik mungkin.
Pemerintah saat ini memperjuangkan agar dosen peneliti yang mendapatkan hibah riset mendapatkan insentif langsung.
"Yang kedua, kami sudah memperjuangkan keras dan akhirnya berhasil bahwa sejak tahun ini, bagi para peneliti, dosen peneliti yang memenangkan hibah riset, itu akan mendapatkan insentif finansial langsung kepada penelitinya," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Deni/Taufik, Kontan.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-di-RDMP-Balikpapan-12012026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.