Mendikdasmen: Kerja Sama ICPI Perkuat Relasi Strategis Pendidikan Indonesia-Tiongkok
Abdul Mu'ti, mengatakan Indonesia–China Partnership Institution-President University (ICPI–PU) akan memperkuat kolaborasi pendidikan.
Ringkasan Berita:
- Penguatan kolaborasi pendidikan Indonesia–Tiongkok
- ICPI–PU sebagai jembatan strategis lintas sektor
- Dukungan luas dan kerja sama lanjutan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, mengatakan Indonesia–China Partnership Institution-President University (ICPI–PU) akan memperkuat kolaborasi pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara peresmian ICPI–PU yang digelar di President Executive Center, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.
"ICPI tidak hanya memperkuat hubungan kedua bangsa, tetapi juga membangun relasi strategis yang berdampak global, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan," ujar Abdul Mu’ti.
Menurut Abdul Mu’ti, kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi memiliki kontribusi signifikan dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia, sekaligus memperluas wawasan lintas budaya yang relevan dengan tantangan global.
Ia menilai ICPI–PU dapat menjadi model kolaborasi akademik yang berorientasi pada pengembangan talenta, riset, dan pertukaran pengetahuan.
ICPI–PU merupakan lembaga kerja sama Indonesia–Tiongkok di bawah President University yang menaungi sejumlah pusat kajian, seperti Industry and Talent Development Center (ITDC), Belt and Road Initiative Center (BRIC), serta Sinology Center yang berkolaborasi dengan Beijing Language and Culture University (BLCU).
Lembaga ini dirancang sebagai jembatan strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, ekonomi, industri, sosial-budaya, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Ph.D menilai pendirian ICPI sebagai bentuk kerja sama strategis yang berpotensi memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Dukungan terhadap pendirian ICPI–PU juga datang dari Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok H.E. Djauhari Oratmangun dan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia H.E. Wang Lutong.
Keduanya menekankan pentingnya ICPI dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat dan menjaga kepercayaan bersama yang telah terbangun lama antara Indonesia dan Tiongkok.
Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden Prof. Budi Susilo Soepandji menyatakan, YPUP mendukung penuh kehadiran ICPI–PU sebagai penguat kerja sama pendidikan, riset, dan pertukaran budaya.
"Ribuan mahasiswa asal Tiongkok yang selama ini belajar di President University telah menjadi jembatan persahabatan dan pemahaman lintas budaya kedua negara," katanya.
Sementara itu, Ketua ICPI–PU Prof. Chandra Setiawan menyebut pendirian ICPI sebagai lompatan besar dalam kerja sama akademik dan budaya Indonesia–Tiongkok.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Framework of Agreement antara World Sinology Center BLCU dan President University untuk pendirian Indonesia Sinology Center.
Selain peresmian, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan konferensi akademik internasional bertema Indonesia–China High Level Dialogue on Sinology, China Studies, and People-to-People Exchange, yang menghadirkan sejumlah akademisi, diplomat, dan pelaku industri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Pendidikan-Dasar-dan-Menengah-Abdul-Muti-1.jpg)