Minggu, 31 Mei 2026

Wamenkomdigi Nezar Patria Dorong Proteksi Remaja dari Derasnya Arus Informasi

Orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk proteksi aktif terhadap remaja dari derasnya arus informasi di ruang digital.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
Kampanye#SALINGJAGATUNASBANGSA dilaksanakan di Jakarta (25/11/25) dan Bandung (19/12/25) dengan kehadiran ratusan peserta di setiap acaranya. Tingginya antusiasme menunjukkan bahwa perlindungan remaja di ruang digital telah menjadi urgensi yang mendapat perhatian dari berbagai pihak, khususnya kalangan orang tua. 

Ringkasan Berita:
  • Perlindungan Remaja lewat PP TUNAS
  • Kampanye #SalingJagaTunasBangsa
  • Kolaborasi Pemerintah dan Platform Digital

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengajak penyelenggara sistem elektronik (PSE), orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk proteksi aktif terhadap remaja dari derasnya arus informasi di ruang digital.

Proteksi ini sudah diimplementasi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) RI Nezar Patria menegaskan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman positif generasi muda di ruang digital.

“Ruang digital laiknya jalan terbuka yang penuh peluang bagi remaja, PP TUNAS hadir memastikan ruang digital tetap aman tanpa membatasi hak berekspresi dan tetap menjamin akses informasi yang tepat," ucapnya dalam Kampanye #SalingJagaTunasBangsa, Selasa (20/1/2026).

"Dengan sinergi kolaboratif yang kuat, termasuk dengan PSE seperti TikTok, kita dapat mendukung regulasi ini dan menciptakan generasi muda yang makin cakap digital,” ujar Nezar.

Kampanye ini menyasar kota-kota dengan populasi remaja terbesar. 

Sebelumnya, kampanye ini sukses digelar di Jakarta pada 25 November 2025 dan Bandung pada 19 Desember 2025 dengan dihadiri ratusan peserta di setiap acaranya.

Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa perlindungan remaja di ruang digital telah menjadi urgensi yang mendapat perhatian berbagai pihak, khususnya kalangan orang tua.

Kedua gelaran tersebut menghadirkan pembekalan materi inspiratif untuk membuka wawasan orang tua agar mengikuti perkembangan digital guna membangun ekosistem digital yang aman dan sehat bagi remaja.

Kampanye ini juga menjadi ruang refleksi atas ketimpangan keterampilan digital di masyarakat. 

Faktanya, tidak semua orang tua dan tenaga pendidik di Indonesia memiliki kecakapan digital yang memadai, padahal mereka merupakan pihak terdekat dalam keseharian remaja.

Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan peran orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat luas sebagai pendamping utama dalam menavigasi aktivitas remaja di ruang digital agar tetap aman dan positif.

Melalui kampanye ini, para pemangku kepentingan diajak untuk bersama-sama menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang remaja.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyampaikan komitmen Pemerintah Kota untuk memperluas implementasi inisiatif ini hingga ke tenaga pendidik dan masyarakat.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved