Senin, 27 April 2026

Memperkuat Sistem Keamanan di Pelabuhan dengan Simulasi Ancaman Drone dan Sabotase

Menjaga keamanan fasilitas pelabuhan dan perairan terbatas dari potensi ancaman keamanan maritim perlu menjadi perhatian serius.

Tayang:
HO/IST
Kegiatan “Pengoperasian Drone pada Area Terbatas serta Ancaman Sabotase” di perairan Jetty 2 di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Aceh. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Refreshment ISPS Code pada 14 Januari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Antisipasi Ancaman Keamanan Maritim.
  • Latihan ISPS Code dengan Skenario Drone dan Sabotase.
  • Perkuat Sinergi dan Kesiapan Lintas Instansi.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjaga keamanan fasilitas pelabuhan dan perairan terbatas dari potensi ancaman keamanan maritim perlu menjadi perhatian serius.

Pasalnya, wilayah pelabuhan dan perairan terbatas kerap menjadi sasaran pengamatan serta sabotase.

Apalagi, pemanfaatan teknologi drone bisa menjadi salah satu alat yang digunakan untuk melakukan sabotase serta mengancam keamanan.

Maka dari itu, melalui rangkaian kegiatan Exercise Manuvra International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code yang di gelar PT Perta Arun Gas (PAG) digelar pelatihan untuk mengantisipasi ancaman tersebut.

Adapun, kegiatan yang mengusung tema ‘Pengoperasian Drone pada Area Terbatas serta Ancaman Sabotase’ ini dilaksanakan di perairan Jetty 2 wilayah operasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Refreshment ISPS Code yang bertujuan meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan seluruh personel terkait terhadap penerapan ISPS Code.

Selanjutnya, skenario pengoperasian drone tanpa izin di area terbatas serta potensi ancaman sabotase terhadap fasilitas vital perusahaan. 

Kegiatan ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Polsek Muarasatu Lhokseumawe, dan Koramil Muarasatu Lhokseumawe, sebagai bentuk sinergi dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi situasi darurat di wilayah pelabuhan dan perairan.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menguji efektivitas sistem komunikasi darurat, koordinasi antar fungsi, serta kesiapan personel dan stakeholder dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah penerapan ISPS Code.

“Exercise Manuvra ISPS Code ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sistem, serta koordinasi dengan para stakeholder dalam menghadapi potensi ancaman keamanan, termasuk ancaman berbasis teknologi seperti penggunaan drone dan risiko sabotase. Pelaksanaan yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan Oil Spill Response juga menjadi sarana untuk menguji keandalan komunikasi dan pengambilan keputusan dalam situasi darurat,” ujar Vice President Production Taufik Widayat, Jumat (23/1/2026).

Melalui pelaksanaan exercise ini, Taufik berharap seluruh unsur yang terlibat semakin siap, sigap, dan terkoordinasi dalam menjaga keamanan fasilitas, mendukung kelancaran operasional, serta memastikan kepatuhan terhadap ketentuan ISPS Code yang berlaku.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved