Iran Vs Amerika Memanas
Dubes Boroujerdi: Ironis Dewan Keamanan PBB Tak Mengutuk Serangan AS-Israel ke Iran
Dubes Mohammad Boroujerdi kritik Dewan Keamanan PBB soal konflik Iran dan serangan AS-Israel.
Ringkasan Berita:
- Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menilai Dewan Keamanan PBB menerapkan standar ganda dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
- Ia menyebut serangan melanggar hukum internasional, sementara respons Iran justru dikutuk.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi melontarkan kritik terhadap standar ganda dan logika yang digunakan oleh Dewan Keamanan (DK) PBB terkait konflik yang tengah melanda negaranya.
Boroujerdi menegaskan bahwa rangkaian serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel telah secara nyata melanggar hukum internasional, khususnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hal itu diungkapkan Boroujerdi saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Senin (6/4/2026).
"Serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel terhadap negara kami bertentangan dengan pasal 4 nomor 2 dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dan ironisnya adalah Dewan Keamanan PBB sama sekali tidak mengutuk serangan ini," kata Boroujerdi.
Boroujerdi menyoroti kejanggalan sikap DK PBB yang justru memberikan kutukan kepada Iran saat negara tersebut mencoba memberikan jawaban atau pertahanan diri, sementara serangan pihak musuh dibiarkan tanpa teguran.
"Malah sebaliknya, basis militer Amerika Serikat yang berada di kawasan kami dan jawaban yang kami berikan terhadap basis militer tersebut malah dikutuk oleh Dewan Keamanan PBB," ungkapnya.
Menurutnya, PBB telah abai dalam melihat keberadaan basis militer asing yang digunakan untuk menggempur kedaulatan Iran.
Ia pun mempertanyakan logika dunia internasional dalam merespons kejahatan perang.
"Dewan Keamanan tidak mengutuk adanya basis militer di kawasan kami untuk menyerang kami dan tidak mengutuk pihak musuh menyerang negara kami. Ini merupakan sebuah hal di mana bangsa-bangsa mandiri harus menyadarinya dan harus menyuarakannya. Kami tidak memahami logika yang digunakan oleh DK PBB dan lembaga internasional lainnya," tegas Boroujerdi.
Baca juga: Hari ke-38 Perang Iran: Ultimatum Trump soal Selat Hormuz Picu Ledakan Konflik
38 Hari Serangan AS-Israel
Dalam keterangannya, Boroujerdi membeberkan situasi terkini di Iran yang telah memasuki hari ke-38 di bawah serangan.
Ia menyebut serangan tersebut menyasar fasilitas sipil hingga kantor pemimpin tertinggi.
"Sejak hari pertama, kantor Pemimpin Agung, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei diserang. Beliau bersama seluruh keluarganya hingga cucu beliau yang berusia 14 bulan mencapai tingkat kesyahidan," jelasnya.
Tak hanya itu, Boroujerdi mengungkap fakta memilukan di mana sebuah sekolah dasar khusus siswi di kota terpencil Minab turut menjadi sasaran bom.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 175 anak-anak sekolah dasar gugur (syahid).
Ia menilai serangan-serangan ini merupakan bentuk kejahatan perang yang bahkan diumumkan secara terbuka oleh pihak musuh sebelum dilakukan, namun dunia tetap bungkam.