Menlu Sugiono Tegaskan Board of Peace Tidak Gantikan PBB
Menlu RI Sugiono mengatakan bahwa kehadiran Dewan Perdamaian tidak menggantikan posisi dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ringkasan Berita:
- Menlu RI Sugiono mengatakan bahwa Dewan Perdamaian tidak menggantikan posisi dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
- Sugiono menjelaskan bahwa Board of Peace adalah badan internasional yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di Gaza, Palestina.
- Setelah menandatangani BoP Charter, Prabowo menyebut bahwa ini merupakan kesempatan bersejarah dan peluang untuk menciptakan perdamaian di Gaza.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan bahwa kehadiran Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian tidak menggantikan posisi dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hal itu disampaikan Sugiono di Bad Ragaz, Swiss, pada Jumat, 23 Januari 2026, setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Adapun Presiden RI Prabowo Subianto menandatangani BoP Charter di Davos pada Kamis, 22 Januari 2026.
"Dan karena ada pertanyaan, saya juga harus jawab. Apakah ini akan menggantikan PBB? Tentu saja tidak. Kemarin juga disampaikan bahwa badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB," ujar Sugiono dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/1/2026).
Sugiono menjelaskan bahwa Board of Peace adalah badan internasional yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di Gaza, Palestina.
"Ini adalah satu badan internasional yang merupakan yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza."
"Oleh karena itu, upaya-upaya ini, kita harus ikut, Indonesia memutuskan untuk bergabung," ucap Sugiono.
Setelah menandatangani BoP Charter, Prabowo menyebut bahwa ini merupakan kesempatan bersejarah dan peluang untuk menciptakan perdamaian di Gaza.
Menurut Kepala Negara, penderitaan yang dialami warga di Gaza sudah berkurang.
"Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza. Yang jelas penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang. Sangat berkurang ya. Sangat berkurang."
"Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar masuk. Sudah masuk. Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta," ucap Prabowo, dilansir tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/1/2026).
Baca juga: Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Menlu RI Sugiono Tegaskan Solusi Dua Negara Harus Terwujud
Sebagai informasi, sekitar 35 negara telah mendaftar untuk bergabung dengan dewan tersebut, termasuk Indonesia serta sejumlah negara di Timur Tengah seperti Israel, Turki, Mesir, Arab Saudi, dan Qatar.
Namun, sekutu tradisional AS, yakni negara-negara Eropa dan Kanada, enggan berkomitmen terhadap inisiatif tersebut maupun biaya keanggotaannya.
Jika Indonesia ingin mengamankan kursi tetap di dewan yang diperkirakan akan diketuai Donald Trump seumur hidup itu, Indonesia harus menyumbang setidaknya 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,8 triliun, menurut draf piagamnya.
Jika tidak membayar, status keanggotaan hanya berlaku selama tiga tahun.
Saat ini belum diketahui apakah ada yang setuju untuk menyumbangkan $1 miliar untuk keanggotaan tetap.
Dewan Perdamaian Bentukan Trump
Dewan Perdamaian atau The Board of Peace digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada pertengahan Januari 2026.
Pemerintah AS melalui Gedung Putih secara resmi mengumumkan pembentukan Board of Peace.
Dewan ini adalah sebuah lembaga internasional baru yang dirancang untuk mengawasi rekonstruksi dan pemerintahan transisi di Jalur Gaza pascaperang Hamas-Israel.
Dalam pernyataannya, Trump meyakini bahwa lembaga yang dibuatnya akan sangat luar biasa.
Bahkan Trump menyindir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Trump sesumbar bahwa PBB ke depan bisa berbuat lebih baik sehingga dunia tidak membutuhkan Dewan Perdamaian.
“Kami baru saja membentuk Dewan Perdamaian, yang menurut saya akan luar biasa,”
“Saya berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat berbuat lebih banyak, saya berharap kita tidak membutuhkan Dewan Perdamaian,” cetus Trump.
Trump kemudian menyinggung perihal berbagai upayanya yang sudah menyelesaikan sejumlah perang.
Sementara kata Trump, PBB tidak terlibat sama sekali dalam menghentikan perang.
“Anda tahu, dengan semua perang yang saya selesaikan, Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak pernah membantu saya dalam satu perang pun," ucap Trump.
(Tribunnews.com/Deni)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prabowo-BoP-Charter-signed.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.