Kampus Berperan Mewujudkan Pendidikan Holistik dan Pembentukan Karakter Bangsa
Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya, Ignatius Kardinal Suharyo menekankan bahwa universitas harus menjadi ruang kebudayaan dan pembentukan karakter bangsa
Ringkasan Berita:
- Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan sarana mewariskan, mengembangkan, dan mentransformasi nilai, norma, dan kearifan lokal
- Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya, Ignatius Kardinal Suharyo menekankan bahwa universitas harus menjadi ruang kebudayaan dan pembentukan karakter bangsa
- Mahasiswa didorong agar mengembangkan kreativitas, kepekaan sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan melalui berbagai aktivitas kebudayaan serta dialog lintas disiplin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah kekhawatiran bahwa kampus semakin berubah menjadi ‘pabrik ijazah’ dan ruang yang mengedepankan logika teknokratis, perguruan tinggi diingatkan kembali arti pendidikan sebagai proses kebudayaan.
Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan sarana untuk mewariskan, mengembangkan, dan mentransformasi nilai, norma, dan kearifan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Fungsi ini penting membentuk karakter individu agar berbudaya, beradaptasi dengan perubahan zaman, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya, Ignatius Kardinal Suharyo menekankan bahwa universitas harus menjadi ruang kebudayaan dan pembentukan karakter bangsa.
“Kampus bukan sekadar menghasilkan lulusan, tetapi membentuk individu yang berpikir kritis dan memiliki kepedulian sosial,” jelas Kardinal Suharyo saat peresmian ATMACultura Exhibition Hall dan patung Parare di Kampus Semanggi, Universitas Atma Jaya Jakarta belum lama ini.
Dikatakan Uskup Agung Jakarta ini, kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu wujud upaya mengintegrasikan keunggulan akademik dengan apresiasi budaya, seni, dan nilai kemanusiaan dan patung Parare karya seniman Hedi Hariyanto menjadi simbol nilai kemanusiaan dan tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan bangsa.
"Karya ini sebagai pengingat bahwa mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi profesional, tetapi juga warga yang peduli terhadap sesama dan lingkungan," katanya.
Pendidikan holistik juga diwujudkan melalui pengembangan ruang-ruang pembelajaran alternatif yang mendorong dialog lintas disiplin, refleksi budaya, dan pengembangan kreativitas mahasiswa.
Ketua Yayasan Atma Jaya, Linus M Setiadi mengatakan, kehadiran hall ini menjadi salah satu upaya universitas dalam meningkatkan kualitas sarana penunjang pembelajaran mahasiswa di luar kelas.
"Mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas, kepekaan sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan melalui berbagai aktivitas kebudayaan serta dialog lintas disiplin," katanya.
Laurensia Harini Tunjungsari, M.Psi., Psikolog, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Karier mengatakan, ruang pameran ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa dalam proses pengembangan diri sebagai manusia yang utuh dan dewasa.
Baca juga: GDPS Bocorkan Lulusan Paling Banyak Dicari Sektor Aviasi Tahun 2026
"Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk mengadakan pameran hasil karya, mulai dari poster ilmiah, materi edukasi masyarakat, hingga karya seni yang mencerminkan keberpihakan pada manusia dan alam,” kata Laurensia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PERAN-KAMPUS-Ketua-Pembina-Yayasan-Atma-Jaya.jpg)