Rabu, 29 April 2026

Ikhsan Abdullah Sebut Eks Wapres Ma'ruf Amin Tak Pernah Dilibatkan dalam Reshuffle Kabinet Jokowi

Eks Wapres KH Ma'ruf Amin ternyata tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan reshuffle Kabinet Indonesia Maju era Presiden Jokowi.

Tayang:
Penulis: Rakli Almughni
Editor: Febri Prasetyo
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
KULIAH UMUM - Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menyampaikan kuliah umum di Gedung Maspardi Akademi Angkatan Laut (AAL), Surabaya, Senin (6/2/2023). Kuliah umum tersebut mengangkat tema Masa Depan Bangsa Ditentukan Kesiapan Militer Yang Dilandasi Keimanan. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Ringkasan Berita:
  • Eks Wapres KH Ma'ruf Amin ternyata tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan reshuffle Kabinet Indonesia Maju era Presiden Jokowi.
  • Hal itu disampaikan oleh eks stafsus Ma'ruf Amin, Ikhsan Abdullah.
  • Bahkan, Maruf Amin tidak tahu siapa saja menteri yang diangkat Jokowi saat awal pelantikan pada 2019.
  • Saat itu ia justru diminta untuk Ke Jepang menghadiri penobatan kaisar Jepang.

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden ke-13 RI, K.H. Ma'ruf Amin, ternyata tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan reshuffle Kabinet Indonesia Maju era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut diungkapkan oleh Ikhsan Abdullah, staf khusus Ma'ruf Amin saat masih aktif menjadi Wakil Presiden.

Ikhsan bahkan menyebut bahwa Ma'ruf Amin tidak pernah dihargai dalam pengambilan keputusan reshuffle kabinet tersebut.

"Sudah berkali-kali. Enggak pernah dihargai. Memang enggak pernah diajak (membahas reshuffle kabinet)," kata Ikhsan, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (29/4/2026).

Lebih lanjut, Ikhsan menceritakan bahwa saat pembentukan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, Maruf Amin justru diminta mewakili Jokowi bertolak ke Jepang untuk menghadiri penobatan kaisar Jepang, Naruhito.

Ma'ruf Amin pun tidak tahu siapa saja para menteri yang diangkat Jokowi kala itu karena tidak adanya pembicaraan tentang hal tersebut.

"Pertama kali waktu pembentukan kabinet kan beliau (Ma'ruf Amin) ditunjuk untuk mewakili presiden ke Tokyo, Jepang untuk menghadiri penobatan kaisar," jelasnya.

"(Ma'ruf Amin) enggak tahu tuh siapa yang diangkat menterinya dan lain-lain, enggak diajak bicara juga," lanjutnya.

Baca juga: Ma’ruf Amin: Jika Tak Sejalan, Indonesia Lebih Baik Keluar dari Board of Peace

Bahkan, Maruf Amin pernah rela untuk tidak menginap saat kunjung kerja di Medan dan memilih langsung kembali ke Jakarta agar bisa mendampingi Jokowi yang akan melakukan reshuffle kabinet.

Namun, niat Maruf Amin tersebut ternyata sia-sia karena setibanya di Jakarta ia tidak dilibatkan dalam reshuffle kabinet tersebut.

"Kami sedang mengikuti beliau kunjungan kerja ke Aceh dan Medan, beliau mengambil posisi pulang duluan bahkan. Kami dari Aceh bermalam kemudian ke Medan juga bermalam. Di Medan beliau enggak bermalam," ujar Ikhsan Abdullah.

"Beliau lebih mementingkan pulang duluan untuk bisa mendampingi presiden yang akan melakukan reshuffle kabinet, tapi apa daya sampai di sini enggak diajak ngomong juga, enggak tahu juga siapa yang ditunjuk jadi menteri dan pelantikannya," imbuhnya.

Ma'ruf Amin marah besar

Ikhsan Abdullah juga menceritakan bahwa Maruf Amin pernah marah besar saat mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Jokowi.

Ratas tersebut membahas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang di dalamnya mengatur izin investasi minuman keras (miras).

Ikhsan menceritakan bahwa dalam ratas tersebut Maruf Amin menolak keras Perpres tersebut diteken Jokowi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved