Gempa Hari Ini
Gempa Pacitan M 5,5 Dirasakan hingga Purworejo dan Karangasem Bali, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menjelaskan gempa bumi di Pacitan yang berpusat di darat. Dirasakan hingga Karangasem Bali sejauh 721 km sampai Purworejo berjarak 184 km.
TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada Selasa (27/1/2026) 08.20.44 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di darat pada koordinat 8,18° LS ; 111,33° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 24 km arah Tenggara Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 122 km.
Gempa ini dirasakan hingga Pulau Bali yakni Denpasar, Kuta, dan wilayah paling timur hingga Kabupaten Karangasem sejauh 721 kilometer.
Sementara di paling barat, yakni Purworejo sejauh 184 kilometer, Semarang, Pasuruan, dan Mataram Jawa Tengah.
Kabupaten Pacitan merupakan wilayah yang kerap mengalami gempa dengan kedalaman dangkal karena adanya struksur sesar aktif di dasar laut wilayah tersebut.
Selain aktivitas sesar aktif, penyebab Pacitan sering terjadi gempa juga karena banyaknya subduksi lempeng Indonesia-Australia ke bawah Eurasia.
Menurut analisis BMKG, gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng," jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya.
Baca juga: Gempa Bumi 5,5 M Guncang Pacitan, Jawa Timur Hari Ini, 27 Januari 2026
Getaran gempa dirasakan di daerah Pacitan, Desa Karangkates di Kabupaten Malang, Kabupaten Tulungagung dengan skala intensitas III - IV MMI yang bisa dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah.
Sedangkan di daerah Malang, Nganjuk, Ponorogo, Blitar dengan skala intensitas III MMI di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Sementara daerah Madiun, Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, Mojokerto dengan skala intensitas II-III MMI di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, bagian Jawa Tengah Purworejo, Semarang, Pasuruan, dan Mataram dengan skala intensitas II mengalami getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Skala MMI adalah singkatan dari Modified Mercalli Intensity, yaitu skala yang digunakan untuk mengukur intensitas atau dampak gempa bumi yang dirasakan manusia, bangunan, dan lingkungan di permukaan bumi.
Pada skala II-III MMI, Daryono menjelaskan getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk yang melintas.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
BMKG juga memastikan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.
BMKG mencatat satu aktivitas gempa susulan (aftershock) hingga pukul 08.35 WIB.
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada.
(Tribunnews.com/Isti Prasetya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gempa-55-M-di-Pacitan-Jawa-Timur-pada-hari-ini.jpg)