Pedagang Es Gabus Dianiaya
Suderajat Penjual Es Gabus Kena Semprot Dedi Mulyadi: Kantongi Rp 100 Juta, tapi Masih Ngaku Sulit
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan kepada Suderajat penjual es gabus agar tidak berbohong dalam menceritakan keadaanya
Ringkasan Berita:
- Suderajat (49), sosok penjual es gabus yang sempat viral kini masih saja mengatakan dirinya tidak punya uang
- Padahal ia sudah mendapatkan uang bantuan senilai lebih dari Rp 100 juta, motor hingga umroh
- Ia pun mendapatkan peringatan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk tidak berbohong soal keadaannya
TRIBUNNEWS.COM - Suderajat (49), sosok penjual es gabus yang sempat dituduh menjual dagangan berbahan spons oleh aparat yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kembali menjadi sorotan.
Bukan lagi karena keadaannya, ia kini menjadi sorotan karena ketahuan berbohong.
Ia bahkan tak segan membohongi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait keadaannya.
Publik pun menjadi curiga, Suderajat sengaja berbohong demi mendapatkan simpati publik hingga soal cuan.
Sebab, simpati yang terus-terusan ini membuat banyak orang datang silih berganti memberikan bantuan, baik dari pemerintahan, open donasi hingga hadiah berangkat umroh.
Berikut pernyataan-pernyataan Suderajat yang tidak relevan dengan keadaan:
1. Ngaku Belum Ada Sumbangan
Pada pertemuan sebelumnya di dalam mobil, Suderajat sempat membohongi Dedi Mulyadi soal bantuan orang-orang.
Dalam tayangan YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Rabu (28/1/2026) Suderajat mengatakan belum pernah mendapatkan bantuan dari orang setelah video jualan es-nya viral.
Padahal, dirinya sudah mendapatkan satu unit sepeda motor dan modal usaha dari Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras.
Dedi pun meminta Suderajat jujur soal bantuan yang diterimanya.
Baca juga: Nasib Serda Heri setelah Tuduh Suderajat, Lakukan Intimidasi dan Paksa Makan Es Gabus
2. Ngaku Biaya Sekolah Nunggak Rp 1,5 Juta
Kepada Dedi, Suderajat juga mengatakan dirinya memiliki tanggungan biaya sekolah anak yang nunggak selama empat bulan di sekolah negeri
Tunggakan biaya sekolah itu sejumlah Rp 1,5 juta.
Namun, setelah ditanyai lebih detail terkait keperluan pembiayaan sekolah, ternyata hanya Rp 200ribu per bulan.
Dedi pun mengoreksi pernyataan Suderajat itu.
Sebagai Gubernur Jabar, Dedi juga mempertanyakan soal biaya sekolah anak Suderajat, sebab di sekolah negeri saat ini telah digratiskan pemerintah.