Rabu, 6 Mei 2026

Bahas Board of Peace, Prabowo akan Bertemu Tokoh-tokoh Islam: Ada NU, Muhammadiyah, hingga Pesantren

Salah satu hal yang akan dibahas dalam pertemuan Prabowo dan tokoh-tokoh Islam hari ini adalah partisipasi Indonesia di Board of Peace.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi Islam maupun podok pesantren di Istana Merdeka pada Selasa (3/2/2026) siang.
  • Salah satu topik yang akan dibahas adalah partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) Charter atau Dewan Perdamaian.
  • Adapun bergabungnya Indonesia ke Board of Peace telah menuai sejumlah kritikan. MUI, misalnya, telah menilai bahwa forum ini berpotensi melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi Islam maupun pondok pesantren (ponpes) di Istana Merdeka pada Selasa (3/2/2026) siang.

Pertemuan tersebut akan menjadi ajang silaturahmi sekaligus untuk membahas sejumlah isu, termasuk partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) Charter atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

“Tentunya iya. Pasti semua akan dibahas salah satunya tentang itu [Board of Peace],” tutur Teddy dalam keterangan persnya kepada awak media, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Teddy mengungkap, pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam merupakan agenda rutin yang digelar setiap tiga hingga empat bulan sekali.

“Bapak Presiden akan menerima beberapa tokoh pimpinan organisasi Islam, tokoh-tokoh Islam, kemudian juga beberapa pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah yang bisa hadir pada siang hari ini,” kata Teddy. 

"Kemudian, nanti akan berdiskusi. Ini pertemuan rutin tiga sampai empat bulan sekali."

Ia mengungkap, hal lain yang akan dibahas dalam pertemuan ini adalah kondisi dalam dan luar negeri, sekaligus pencapaian dan program-program strategis pemerintah.

“Nanti kira-kira akan membahas tentang pencapaian pemerintah, program-program strategis, kemudian juga tentunya kondisi dalam negeri dan di luar negeri,” ucap Teddy.

Teddy menerangkan, ada sekitar 40 hingga 50 tokoh dan pimpinan organisasi Islam yang diundang dan berasal dari berbagai elemen.

Di antaranya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Islam (Persis), Sarekat Islam, serta para pimpinan pondok pesantren, khususnya dari Jawa Timur dan daerah lainnya.

Baca juga: Israel Masih Serang Palestina setelah Ada Board of Peace, Pakar: Indonesia Tak Cukup Cuma Prihatin

“Hampir semua organisasi muslim PBNU, Muhammadiyah, MUI, ada PERSIS, Syarikat Islam, kemudian tokoh-tokoh ponpes (pondok pesantren) dari Jawa Timur dan lain sebagainya. Nanti jumlahnya sekitar 40 sampai 50. Diskusi tentang kondisi dalam negeri, luar negeri,” ucapnya.

Indonesia Gabung Board of Peace dan Sederet Kritik

Board of Peace resmi diluncurkan dalam sebuah seremoni di sela-sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Lembaga tersebut diklaim bertujuan untuk mewujudkan perdamaian di Palestina, mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hamas, serta merekonstruksi Gaza.

Presiden RI Prabowo Subianto menjadi satu di antara sejumlah pemimpin negara yang paling awal menandatangani Board of Peace di Swiss dan menandai bergabungnya Indonesia ke lembaga itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved