Selasa, 2 Juni 2026

Komika Pandji Pragiwaksono

8 Sikap Pandji Pragiwaksono soal Mens Rea: Respons Raffi-Gibran, Polemik Publik, Proses Hukum

Pandji Pragiwaksono merespons polemik materi Mens Rea, ia menegaskan kebebasan berekspresi, menyikapi laporan warga, menilai respons Gibran

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Komika Pandji Pragiwaksono menanggapi polemik materi Mens Rea yang memicu pro dan kontra publik
  • Ia menekankan komedi sebagai ruang kebebasan berekspresi serta menghormati laporan sebagai hak warga negara
  • Pandji juga menilai respons Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap materi tersebut sebagai sikap yang bijak

TRIBUNNEWS.COM - Komika Pandji Pragiwaksono menanggapi polemik yang muncul setelah materi stand up comedy terbarunya berjudul, Mens Rea, menuai pro dan kontra publik.

Pandji menjawabnya dari persoalan kebebasan berekspresi, laporan aliansi, hingga respons Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu disampaikan Pandji setelah memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Berikut delapan sikap Pandji yang ia sampaikan secara terbuka di hadapan awak media.

1. Komedi adalah Hiburan

Pandji menegaskan tujuan utama sebuah pertunjukan komedi adalah menghibur. Ia menyebut, satu-satunya respons yang ia harapkan dari penonton adalah rasa terhibur.

"Kalau ada respons lain, itu sudah saya perkirakan. Tapi yang saya harapkan tetap respons terhibur," ujarnya. Menurut Pandji, di era sekarang wajar jika setiap orang memiliki pandangan berbeda terhadap sebuah karya.

Sebagai komika, Pandji mengaku ingin menjangkau penonton seluas mungkin. Karena itu, ia memilih menayangkan pertunjukannya di platform seperti Netflix.

"Kalau ada kesempatan menghibur masyarakat luas lewat apa pun, termasuk Netflix, tentu saya ambil. Masyarakat butuh hiburan," katanya.

2. Laporan adalah Hak Warga Negara

Terkait laporan yang dilayangkan sejumlah aliansi masyarakat, Pandji menilai hal tersebut sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara.

Baca juga: Menilai Respons Wapres Gibran Berkait Mens Rea, Pandji Pragiwaksono: Beliau Paham Kesenian

"Mungkin mereka sedang menjalankan haknya sebagai warga negara," ucap Pandji singkat, seraya menegaskan dirinya memilih mengikuti proses yang ada.

3. Materi Raffi Ahmad

Pandji mengungkapkan hingga kini dirinya belum ada komunikasi dengan Raffi Ahmad, usai materi komedinya tentang Raffi Ahmad viral.

Dalam momen yang sama, ia menjelaskan pertimbangan menggunakan materi Raffi Ahmad dalam Mens Rea.

Pandji menegaskan, Raffi Ahmad bukan fokus utama dalam materi tersebut.

"Sebenarnya topik utamanya kan seperti yang kalau kalau disimak ya, topik utamanya tuh bukan ke situ."

"Topik utamanya tuh tentang keberadaan bisnis ilegal yang kemudian terkait sama praktik cuci uang gitu. Jadi topiknya tuh sebenarnya itu pembahasan itu lebih supaya masyarakat aware dengan kondisi seperti itu," jelas Pandji.

4. Respons Gibran Dinilai Bijak

Terkait respons Gibran Rakabuming Raka yang disebut dalam materi Mens Rea, Pandji menilai sikap Wakil Presiden cukup bijak.

Menurutnya, Gibran sebagai Wapres RI dari generasi milenial memahami produk budaya populer seperti stand up comedy.

Ia pun meminta publik untuk berlebihan menanggapi materi ini.

"Respons yang saya rasa cukup bijak ya karena Wapres Gibran sebagai wakil presiden, kayaknya beliau ini adalah wakil presiden pertama dari generasi milenial, sehingga memang paling pas untuk bisa menyikapi produk pop culture seperti stand up comedy."

"Respons beliau itu menggambarkan bahwa beliau ya paham sama kesenian ini dan mengharapkan pendukung-pendukungnya untuk enggak perlu terlalu berlebihan," jawab Pandji.

5. Tak Ada Unsur Penghinaan

Pandji menegaskan tidak ada niat menghina pihak mana pun dalam materi komedinya.

Ia menyoroti fakta pihak yang disebut-sebut dihina justru tidak menyatakan keberatan.

"Karena tidak ada penghinaan. Yang dikatakan menghina juga tidak merasa terhina ya kan. Jadi yang mengatakan itu kan orang yang tidak berkaitan gitu."

"Jadi itu aja. Saya enggak merasa menghina, yang disebut dihina, tidak merasa terhina. Jadi kan nggak ada basis gitu terhadap e dugaan ini," tandasnya.

6. DPR Pastikan Tak Diproses

Pandji merespons pernyataan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang menyebut laporannya tidak bisa diproses pidana.

Hal itu merujuk pada KUHP dan KUHAP baru yang berlaku per 2 Januari 2026, yang menekankan penilaian niat (mens rea) dan pendekatan keadilan restoratif.

Ia kembali menegaskan perbedaan selera seharusnya berhenti di ranah opini.

"Alhamdulillah kalau beliau sudah berkata seperti itu, buat saya sih rasanya satu-satunya respons yang saya harapkan dari sebuah pertunjukan komedi adalah dia terhibur. Kalau misalnya ada yang tidak terhibur atau tidak merasa itu lucu, itu kan adalah opini."

"Opini setiap orang beda-beda, selera setiap orang beda-beda dan rasanya wajarnya ya berhenti sampai situ aja. Kalau nggak suka ya udah," ujar Pandji.

7. Diminta Minta Maaf

Pandji dilaporkan oleh beberapa aliansi ke Bareskrim Polri dan didesak meminta maaf secara terbuka terkait materi stand-up comedy dirinya.

Aliansi Pemuda Toraja melaporkan Pandji terkait dugaan penghinaan adat dan SARA.

Laporan lain juga datang dari elemen muda NU dan Muhammadiyah terkait materi "Mens Rea".

Terkait hal itu, Pandji merasa perlu adanya dialog atau klarifikasi, bukan sekadar permintaan maaf terbuka.

"Saya juga kurang paham tentang diminta minta maaf atas kesalahan. Wajarnya terjadi dialog dulu, mungkin ada ngobrol, mungkin ada penjelasan, ketemu dulu, ada klarifikasi."

"Ini kan proses-proses ini kan belum jalan, kalau misalkan berjalan mungkin saya bisa jelaskan sehingga duduk perkaranya lebih jelas gitu," kata Pandji.

8. Tak Ada Intimidasi dalam Proses Hukum

Pandji memastikan dirinya tidak mengalami intimidasi atau tekanan selama menjalani proses hukum.

"Enggak ada intimidasi, enggak ada tekanan," katanya.

Ia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya dalam berkarya.

"Senang tentunya, karena dengan semua ini salah satu yang saya rasakan adalah betapa hangatnya respons dari teman, dari sahabat, dari kawan yang memberi dukungan, baik yang saya kenal ataupun yang saya tidak kenal gitu."

"Jadi senang saja melihat sambutan yang sangat-sangat positif gitu. Berkah sekali melihat respons positif yang muncul dari masyarakat," ujar Pandji.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved