Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Berusaha Istiqomah dalam Beribadah
Teks Khutbah Jumat 6 Februari 2026 tentang usaha istiqomah dalam beribadah sebagai pengingat bagi umat Islam agar senantiasa menjaga konsistensi.
Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah sukses dalam berdakwah menyebarkan ajaran Islam yang penuh dengan kedamaian dan kasih sayang dalam bingkai rahmatan lil ‘alamin keseluruh pelosok dunia. Pun pula somoga shalawat dan salam disampaikan Allah kepada keluarganya, shahabatnya, dan semua pengikutnya sampai akhir jaman. Amin ya rabbal alamin.
Selanjutnya, khatib mengajak kepada diri khatib sendiri dan semua jamaah yang hadir pada salat Jumat siang hari ini, untuk terus berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, karena hanya dengan modal takwa, kita semua bisa menjadi hamba yang selamat di dunia dengan karunia-Nya, dan selamat di akhirat dengan rahmat-Nya.
Kaum Muslimin yang dirahmati Allah SWT.
Salah satu upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan adalah dengan cara terus istiqamah dan konsisten dalam melakukan kebaikan.
Seorang hamba yang bisa menjaga keistiqamahan dan konsistensi dalam kebaikan, akan mendapatkan balasan yang sangat istimewa dari Allah SWT, yaitu surga yang dipenuhi dengan kenikmatan di dalamnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah berfirman
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu. (QS Fushshilat: 30).
Ayat di atas menjadi kabar gembira bagi kita yang bisa istiqamah dalam melakukan ibadah dan kebaikan.
Orang-orang yang bisa menjaga sikap istqomah dalam beribadah dan melaksankan kebaikan, akan mendapatkan jaminan surga dari Allah SWT.
Allah akan menyuruh para malaikat untuk mendatangi orang-orang yang beriman dan istiqamah dalam pendiriannya, untuk menyampaikan kabar gembira, memberikan segala manfaat, melindunginya dari semua bahaya, dan menghilangkan duka cita yang mungkin akan ada padanya dalam semua urusan dunia dan akhiratnya.
Baca juga: Doa agar Rezeki Lancar Setiap Hari dan Diberi Keberkahan
Dengan istiqamah juga, kita semua akan menjadi manusia yang tenang, lapang, tentram, dan tidak ada kekhawatiran dalam dirinya, karena sudah mendapatkan jaminan dari Allah melalui para malaikat-Nya. Dalam ayat lain Allah SWT berfirman,
وَأَلَّوِ ٱسْتَقَـٰمُوا۟ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَـٰهُم مَّآءً غَدَقًۭا
Artinya: Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). (QS. Al-Jin : 16).
Istiqomah adalah teguh pendirian. Abu Qosim Al-Qusyairi menjelaskan, ‘istiqomah dalah derajat yang menjadikan urusan-urusan seseroang menjadi baik dan sempurna, dan memungkinkannya untuk mencapai manfaat-manfaat secara tetap dan teratur’’.Saking pentinnya sikap istiqomah, Sayyidina Ali KW mengatakan, ‘’Jadilah kamu pemilik istiqomah bukan penuntut anugrah’’.
Kaum Muslimin yang dirahmati Allah SWT.
Ibadah yang paling disenangi oleh Allah tidak dinilai dari jumlahnya, ibadah yang banyak tapi tidak istiqamah belum tentu disenangi oleh-Nya, namun ibadah sedikit yang bisa dilakukan dengan istiqamah sudah pasti sangat disenangi oleh-Nya.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW menyampaikan,
إِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya, “Sungguh, ibadah yang paling dicintai oleh Allah adalah ibadah yang paling konsisten sekalipun sedikit.” (HR Muslim).
Imam al-Ghazali ra. dalam kitab Ihya Ulumuddin mengatakan bahwa bukan termasuk kebaikan jika suatu perbuatan tidak bisa dilakukan dengan istiqamah dan terus menerus.
Suatu ibadah bisa dinilai baik jika pelakunya sudah bisa mengerjakan dengan penuh konsisten. Jika tidak, maka sama halnya ibadah itu tidak memiliki nilai apa-apa, bahkan iman seseorang belum sepenuhnya dikatakan sempurna sebelum ia bisa menjadi hamba yang istiqamah.