Dewan Perdamaian
Indonesia Gabung Dewan Perdamaian, Waketum Golkar: Bukan Langkah Spontan Tapi Konstitusional
Idrus menilai kebijakan multi-alignment yang dijalankan Presiden Prabowo merupakan adaptasi realistis dari prinsip bebas aktif
Isi piagam tidak menyebutkan secara spesifik Gaza atau Israel namun menyertakan 20 Poin Rencana Perdamaian Gaza, yang mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera, perlindungan warga sipil, hingga rekonstruksi pascakonflik. Presiden Prabowo secara resmi menandatangani Piagam BoP di Davos pada 22 Januari 2026.
Idrus menilai Indonesia berpeluang memainkan peran kualitatif sebagai bagian dari blok penyeimbang bersama sejumlah negara Muslim berpengaruh seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Qatar.
“Indonesia berpotensi menjadi balancing power agar Dewan Perdamaian Gaza tidak bergerak secara monolog satu blok, tetapi mempertimbangkan keadilan dan aspirasi rakyat Palestina,” katanya.
Idrus menambahkan, langkah Presiden Prabowo sejalan dengan rekam jejak diplomasi Indonesia yang konsisten mendukung solusi dua negara di berbagai forum internasional, mendorong gencatan senjata, serta memperjuangkan akses bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
“Bergabung dengan BoP adalah bentuk keberanian politik. Ini menunjukkan bahwa politik luar negeri bebas aktif bukan sekadar jargon, tetapi diterjemahkan secara konkret untuk membentuk perdamaian dunia,” kata Idrus.
Indonesia Gabung Dewan Perdamaian
Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk Amerika Serikat. Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung dalam forum tersebut dan berdiri sejajar dengan sejumlah pemimpin dunia saat peresmian keanggotaan diumumkan.
Momen itu ditandai dengan interaksi langsung antara Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keduanya berjabat tangan di atas panggung utama dengan latar biru bertuliskan “Board of Peace”.
Namun dalam pidato tersebut, Trump tidak secara spesifik menyinggung isu Palestina maupun konflik di Timur Tengah.
Padahal, isu Palestina kerap menjadi perhatian dalam berbagai forum internasional termasuk Indonesia.
Bahkan sebelum pidato Trump, sejumlah pemimpin dunia sudah memaparkan pembangunan kembali Gaza, Palestina, usai dibombardir oleh Israel. Termasuk, jaminan keamanan maupun langkah bantuan krisis kemanusiaan yang masih dialami di Gaza.
Dalam pidatonya, Trump hanya menegaskan bahwa Dewan Perdamaian merupakan proyek besar yang menurutnya sangat bisa dilakukan dan akan menjadi forum yang berdampak nyata.
“Ketika kami benar-benar terlibat dalam proyek ini, dan ini adalah proyek yang besar, tapi sangat bisa dilakukan,” kata Trump.
Ia menyebut Amerika Serikat berada di belakang inisiatif tersebut. Namun, Trump tidak menyinggung proyek besar yang akan dilakukan dalam dewan perdamaian yang dibuat AS tersebut.
“Sejauh menyangkut Amerika Serikat, kami mendukungnya (berada di belakangnya). Dan Amerika Serikat tidak pernah sekuat ini, tidak pernah lebih besar, lebih baik,” ujarnya.
Trump juga mengatakan banyak pihak yang ingin bergabung dalam Dewan Perdamaian karena forum itu dinilai penting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-Trump-dan-Prabowo-Subianto-berdampingan.jpg)