Senin, 8 Juni 2026

Tokoh Lintas Agama Hadiri World Interfaith Harmony Week 2026 di DPD RI, Bawa Pesan Perdamaian Dunia

DPD kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan lintas agama berskala internasional tersebut untuk tahun kedua berturut-turut.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Chaerul Umam
PEKAN KERUKUNAN ANTARUMAT - Peringatan World Interfaith Harmony Week (WIHW) 2026 atau Pekan Kerukunan Antar Agama Sedunia, yang digelar di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (8/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • DPD kembali dipercaya menjadi tuan rumah acara peringatan World Interfaith Harmony Week (WIHW) 2026 atau Pekan Kerukunan Antar Agama Sedunia
  • Indonesia konsisten memperingati pekan kerukunan antarumat beragama sejak 2010
  • Din Syamsuddin mengingatkan agar kerukunan tidak dipandang sebagai sesuatu yang otomatis

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai contoh global dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman melalui peringatan World Interfaith Harmony Week (WIHW) 2026 atau Pekan Kerukunan Antar Agama Sedunia yang digelar di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (8/2/2026).

Pekan Kerukunan Antar Agama Sedunia (World Interfaith Harmony Week) adalah peringatan tahunan yang berlangsung setiap 1–7 Februari, ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 2010.

Tujuannya untuk menumbuhkan saling pengertian, toleransi, dan dialog antar umat beragama sebagai bagian penting dari budaya perdamaian

Acara tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk menyampaikan pesan perdamaian dunia dari negeri yang majemuk.

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur, karena DPD kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan lintas agama berskala internasional tersebut untuk tahun kedua berturut-turut.

Baca juga: Ketua DPD RI Ingatkan Pimpinan OJK Jaga Independensi dari Intervensi Politik

“DPD bukan hanya berterima kasih, tapi merasa beruntung dipercaya oleh teman-teman Forum Lintas Agama, bukan hanya nasional tetapi juga global. Ini sudah tahun kedua kita dipercaya menjadi host, menjadi tempat berkumpulnya tokoh-tokoh lintas agama dunia,” kata Sultan.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh lintas agama.

Selain itu, Pekan Kerukunan Antar Agama Sedunia 2026 tahun ini juga dihadiri  ratusan umat antar agama.

Dalam acara turut digelar doa lintas agama, yakni 6 agama yang diakui di Indonesia, di antaranya Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Katolik, dan Kong Hu Chu.

Baca juga: DPD RI Soroti Karakter Industri Yogyakarta dalam Pembahasan RUU Perindustrian

Sultan menegaskan Indonesia ingin menyampaikan pesan moral dan keagamaan kepada dunia bahwa keberagaman bukanlah sumber konflik, melainkan kekuatan yang harus dirawat.

“Indonesia dengan multikultur, budaya, dan agama yang sangat beragam, bisa menjaga soliditas dan harmoni. Itu pesan perdamaian dari Indonesia kepada dunia, from Indonesia to the world,” ucapnya.

Menurut Sultan, pesan tersebut semakin relevan di tengah berbagai tantangan global, mulai dari konflik bersenjata hingga isu perubahan iklim.

“Di tengah konflik yang luar biasa dan isu global seperti perang dan climate change, Indonesia ingin mempersembahkan pesan bahwa kita bisa menjaga kebhinekaan dan harmoni,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kehormatan Presidium Inter Religious Center (IRC) Indonesia, Din Syamsuddin menjelaskan bahwa peringatan tahun ini memiliki makna ganda karena menggabungkan dua agenda resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Hari ini kita merayakan dua agenda PBB. Pertama, World Interfaith Harmony Week yang dirayakan sejak 2010 atas usul Raja Abdullah Yordania. Kedua, International Day of Human Fraternity yang ditetapkan PBB sejak 2020,” ucap Din Syamsuddin.

Ia menyebut Indonesia secara konsisten memperingati pekan kerukunan antarumat beragama sejak 2010, dengan lokasi yang berpindah-pindah, dan dalam beberapa tahun terakhir difasilitasi oleh lembaga perwakilan negara.

“Empat tahun terakhir diselenggarakan di Gedung Wakil Rakyat Senayan atas fasilitasi MPR RI dan DPD RI hingga 2026,” ujarnya.

Din menekankan bahwa esensi utama kegiatan ini adalah merayakan kemajemukan dan persaudaraan kemanusiaan.

“Walaupun kita berbeda, kita satu adanya sebagai saudara sesama manusia. Indonesia diakui dunia dengan Pancasila sebagai negara majemuk yang tingkat kerukunannya tinggi,” ujarnya.

Jangan Lengah

Meski demikian, ia mengingatkan agar kerukunan tidak dipandang sebagai sesuatu yang otomatis.

“Kita tidak boleh lengah dan menganggap kerukunan itu taken for granted. Ia harus terus dirawat, dan inilah salah satu caranya,” ujarnya.

Din juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan oleh Inter-Religious Council (IRC) Indonesia, lembaga lintas agama yang berdiri sejak 2010.

“Saya kebetulan Ketua Kehormatannya. Terima kasih kepada DPD RI dan Wakil Menteri Agama yang bersedia hadir,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama Romo Syafi'i menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama di Indonesia bukanlah hal baru, melainkan telah terbangun sejak awal kemerdekaan.

“Hari ini kita ingin menunjukkan kepada dunia sebuah konstruksi kerukunan yang sesungguhnya sudah berlangsung sejak kita merdeka,” kata Romo.

Ia menilai, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengkomunikasikan pengalaman Indonesia kepada dunia internasional.

“Beginilah seharusnya kehidupan dalam sebuah negara yang sangat majemuk. Ini wujud dari sesanti kita, Bhinneka Tunggal Ika,” ucapnya.

Romo menambahkan, Kementerian Agama terus mendukung penguatan kerukunan melalui berbagai instrumen kelembagaan.

“Kami memiliki Badan Moderasi Beragama dan Forum Kerukunan Umat Beragama. Karena itu kami bergembira acara ini bisa dilaksanakan dan menjadi pesan penting bagi dunia,” pungkasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved