Kamis, 21 Mei 2026

Harlah ke 100 Nahdlatul Ulama

Merasa Dapat Dukungan Kiai-kiai Besar NU, Prabowo: Saya Lebih Berani Bela Rakyat

Prabowo menyampaikan terima kasih atas dukungan NU, menegaskan peran NU menjaga persatuan bangsa, serta laporkan capaian pemerintah.

Tayang:
Penulis: Endra Kurniawan

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan para kiai dan ulama NU membuatnya semakin berani mengabdi dan membela seluruh rakyat Indonesia.
  • Prabowo menegaskan NU selama satu abad menjadi pilar bangsa, penjaga persatuan, serta kunci kekuatan dan kemajuan Indonesia.
  • Ia melaporkan capaian pemerintah seperti swasembada beras, program pangan dan makan gratis, penciptaan lapangan kerja, industrialisasi, serta rencana pembangunan rumah murah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidatonya dalam acara Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Indonesia itu mengaku telah mendapat dukungan dari kiai-kiai besar NU.

Sehingga, kata Prabowo, dirinya lebih berani membela rakyat.

"Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah kiai, apalagi ada kiai-kiai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," katanya, dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Survei Indikator: Kepercayaan Publik terhadap Presiden Prabowo Tembus 90 Persen

Prabowo melanjutkan, selama 100 tahun terakhir, NU telah membuktikan bahwa sungguh-sungguh menjadi pilar kebesaran Bangsa Indonesia. Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan. 

Di sisi lain, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan.

Bagi Prabowo, tidak ada bangsa yang kuat dan bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun.

"Karena itu, saya selalu mengajak semua unsur selalu, mari kita bersatu. Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan," bebernya.

"Saya hadir di sini saya ingin menyampaikan intinya adalah, terima kasih, Nahdlatul Ulama. Terima kasih, para kiai, para ulama. Terima kasih, seluruh najihin, semuanya keluarga besar Nahdlatul Ulama. Terima kasih atas peran NU menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia," tegas Prabowo.

Prabowo dalam kesempatan tersebut turut melaporkan kinerjanya.

Pertama ia menyorot soal swasembada beras di Indonesia yang sudah dicapai sejak 31 Desember 2025.

"Cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah Republik Indonesia."

"Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung, dan Insya Alla dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya. Kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Capaian kedua, lanjut Prabowo, pihaknya sudah memberi makan kepada 60 juta Lebih penerima manfaat di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari 1,5 tahun.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved