Sabtu, 2 Mei 2026

Pilpres 2029

Gerindra Ogah Beri 'Karpet Merah', Peluang Gibran Dampingi Prabowo di Pilpres 2029 Makin Tipis

Peluang Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.

Tayang:
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
PILPRES 2029 - Wakil Presiden RI (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di Lapangan Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, Kamis (23/10/2025). Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Rironga, menyebut terdapat sejumlah faktor yang membuat kemungkinan Gibran jadi pendamping Prabowo di Pilpres 2029 makin kecil. 

Ringkasan Berita:
  • Pengamat menilai kemungkinan Gibran Rakabuming kembali mendampingi Prabowo di Pilpres 2029 cukup sulit.
  • Gerindra dan partai koalisi lain dinilai enggan mengusung Gibran karena berisiko memberi keuntungan politik jangka panjang baginya.
  • Sementara mereka memiliki kader dengan elektabilitas lebih tinggi seperti Zulkifli Hasan (PAN) dan AHY (Demokrat).
  • Survei menunjukkan tingkat keterpilihan Gibran masih rendah, sehingga kecil kemungkinan partai besar mendukungnya jika maju kembali.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peluang Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi calon Wakil Presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 dinilai tidak mudah. 

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Rironga, menyebut terdapat sejumlah faktor yang membuat kemungkinan tersebut kecil.

Menurutnya, meski peluang Prabowo maju dua periode tergolong besar, posisi pendampingnya belum tentu kembali diisi oleh Gibran.

“Bagi Gerindra juga kemungkinan akan sulit menerima Gibran sebagai pendamping Prabowo. Sebab, kalau itu terjadi sama saja Gerindra memberi karpet merah kepada Gibran pada Pilpres 2034,” ujar Jamiluddin saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Ia menilai, selain Gerindra, partai-partai koalisi lainnya juga berpotensi tidak sepakat apabila Gibran kembali diusung sebagai cawapres.

“Selain Gerindra, partai lain juga tampaknya akan menolak Gibran,” katanya.

Jamiluddin menjelaskan, sejumlah partai koalisi memiliki kader yang dinilai memiliki elektabilitas lebih kompetitif.

Ia menyinggung Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah menawarkan Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan, serta Partai Demokrat dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Ketumnya AHY yang elektabilitasnya terus meningkat, tentu tak ingin mengusung sosok lain yang elektabilitasnya lebih rendah,” ucapnya.

Dari sisi elektoral, ia juga menyebut posisi Gibran dalam sejumlah survei belum menunjukkan daya saing kuat dibanding tokoh lain.

“Elektabilitas Gibran sangat rendah, bahkan masih di bawah elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut akan menyulitkan Gibran untuk kembali diterima sebagai pendamping Prabowo, terutama jika partai-partai koalisi mengedepankan pertimbangan elektabilitas dan peluang kemenangan.

“Tidak ada partai politik mau mengusung calon hanya untuk kalah,” ujarnya.

Ia menambahkan, peluang Gibran untuk maju secara mandiri juga dinilai tidak besar apabila tidak didukung partai besar.

Baca juga: Soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Bahlil: Kita Dukung Mereka Sampai Selesai 

“Kalau pun Gibran maju, tampaknya tidak ada partai besar yang mengusungnya. Selain PSI, kemungkinan Gibran hanya didukung partai gurem lainnya,” tandasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved