Rabu, 20 Mei 2026

Rapat Tertutup 3 Jam di Istana, Prabowo Minta TNI-Polri Harus Dicintai Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat pimpinan TNI-Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026). Minta TNI harus dicintai rakyat

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
HO/IST
PRESIDEN RI - Potret Presiden Prabowo Subianto di Istana. Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat pimpinan TNI-Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan mulai dari keamanan, pertahanan, terutama karena kondisi geopolitik yang tidak menentu
  • Presiden menekankan agar TNI bisa menjadi tentara rakyat, karena kekuatan bangsa berada pada kepercayaan rakyat
  • Prasetyo Hadi mengatakan bahwa rapat pimpinan TNI-Polri merupakan agenda rutin tahunan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat pimpinan TNI-Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Rapat yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung tertutup selama lebih dari tiga jam.

Rapat dihadiri Jenderal bintang satu hingga empat semua matra TNI dan Polri.

Rapat juga dihadiri sebagian perwira menengah yang menjabat Kapolres dan Dandim.

Selain itu, hadir pula sejumlah Menteri dan Kepala Lembaga.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan bahwa dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan mulai dari keamanan, pertahanan, terutama karena kondisi geopolitik yang tidak menentu.

Baca juga: Rapim TNI-Polri di Istana, Prabowo Ingatkan Pentingnya Jaga Situasi Kamtibmas

"Tapi ini spesifik, ada yang spesifik buat Polri, TNI ya, untuk menjaga situasi Kamtibmas, situasi geopolitik kita agar pembangunan kita bisa tetap berjalan dengan lancar. Saya kira itu yang paling utama," katanya.

Dalam rapat tersebut, Presiden meminta masing masing institusi memperkuat postur pertahanan.

Presiden juga menekankan agar TNI bisa menjadi tentara rakyat, karena kekuatan bangsa berada pada kepercayaan rakyat.

Baca juga: Bonatua Silalahi Ucap Terima Kasih ke Prabowo Usai Dapat Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor dari KPU

"TNI harus menjadi tentara rakyat, polisi pun harus menjadi polisi rakyat. Artinya TNI yang didukung oleh rakyat, dicintai oleh rakyat, dan Polri yang didukung dan dicintai oleh rakyat juga, pasti akan kuat. Kira-kira gitu," katanya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa rapat pimpinan TNI-Polri merupakan agenda rutin tahunan.

Dalam Rapim kali ini Presiden menekankan agar TNI-Polri menjadi institusi yang kuat dan profesional.

"Bagaimana TNI maupun Polri harus menjadi institusi yang kuat, profesional, dan terutama tadi pesan beliau adalah untuk menjadi Tentara Rakyat dan Polisi yang dicintai oleh rakyat," pungkasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved