Pimpinan RSCM Sidak Ruang Cuci Darah Setelah Ramai BPJS PBI Nonaktif, Keluarga Pasien Beri Pengakuan
RSCM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke ruang hemodialisis usai mencuat isu penonaktifan BPJS PBI yang disebut berdampak pada layanan pasien
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke ruang hemodialisis usai mencuat isu penonaktifan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang disebut berdampak pada layanan pasien.
Peninjauan dilakukan di Gedung Kiara RSCM, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Adapun sidak ini menjadi bagian dari respons manajemen RSCM untuk memastikan tidak ada pasien yang tertunda layanannya akibat persoalan status kepesertaan BPJS PBI.
Hingga peninjauan berlangsung, pelayanan hemodialisis berjalan normal tanpa hambatan.
Pantauan di lokasi, ruang hemodialisis tampak beroperasi seperti biasa.
Baca juga: RSCM Tegaskan Layanan Tetap Jalan Meski BPJS PBI Nonaktif: Silakan Datang, Administrasi Belakangan
Sejumlah pasien yang masih berusia anak-anak terlihat terbaring di kursi khusus cuci darah yang berjajar rapi, masing-masing terhubung dengan mesin dialisis.
Selang infus dan monitor mesin berbunyi pelan.
Tenaga medis mengenakan jas putih dan seragam perawat hilir-mudik memastikan kondisi pasien stabil.
Baca juga: Kemenkes Surati Pimpinan RS, Tegaskan Larangan Tolak Pasien BPJS PBI yang Nonaktif Sementara
Di salah satu sudut ruangan, Direktur Medik dan Keperawatan RSCM dr Renan Sukmawan SpJP(K) dan PhD MARS bersama Direktur Layanan Operasional dr Astuti Giantini SpPK(K) MPH berdiri meninjau langsung proses pelayanan.
Mereka berbincang dengan kepala instalasi serta petugas medis sambil sesekali melihat kondisi pasien.
Aktivitas pelayanan tetap berjalan tanpa jeda.
Beberapa keluarga pasien tampak duduk menunggu di luar ruang tindakan.
Pengakuan Keluarga Pasien
Keluarga pasien, Warsini (48), warga Pondok Kelapa, Jakarta Timur, mendampingi anaknya, Nazmi (14), yang rutin menjalani hemodialisis dua kali seminggu sejak April tahun lalu.
“Seminggu dua kali,” kata Warsini.
Ia menjelaskan awalnya anaknya dirawat di RS Fatmawati sebelum dirujuk ke RSCM khusus layanan anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RSCM-cek-pasien.jpg)