Senin, 20 April 2026

Pimpinan RSCM Sidak Ruang Cuci Darah Setelah Ramai BPJS PBI Nonaktif, Keluarga Pasien Beri Pengakuan

RSCM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke ruang hemodialisis usai mencuat isu penonaktifan BPJS PBI yang disebut berdampak pada layanan pasien

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
BPJS PBI - Momen pimpinan RSCM sidak ke ruang hemodialisis usai ramai isu penonaktifan BPJS PBI yang disebut berdampak pada layanan pasien di sejumlah rumah sakit, Kamis (12/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Manajemen RSCM pastikan tidak ada pasien yang tertunda layanannya akibat persoalan status kepesertaan BPJS PBI
  • RSCM menerapkan prinsip patient first dalam setiap layanan
  • Persoalan status administrasi tidak menjadi penghalang penanganan medis

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke ruang hemodialisis usai mencuat isu penonaktifan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang disebut berdampak pada layanan pasien.

Peninjauan dilakukan di Gedung Kiara RSCM, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Adapun sidak ini menjadi bagian dari respons manajemen RSCM untuk memastikan tidak ada pasien yang tertunda layanannya akibat persoalan status kepesertaan BPJS PBI

Hingga peninjauan berlangsung, pelayanan hemodialisis berjalan normal tanpa hambatan.

Pantauan di lokasi, ruang hemodialisis tampak beroperasi seperti biasa.

Baca juga: RSCM Tegaskan Layanan Tetap Jalan Meski BPJS PBI Nonaktif: Silakan Datang, Administrasi Belakangan

Sejumlah pasien yang masih berusia anak-anak terlihat terbaring di kursi khusus cuci darah yang berjajar rapi, masing-masing terhubung dengan mesin dialisis. 

Selang infus dan monitor mesin berbunyi pelan. 

Tenaga medis mengenakan jas putih dan seragam perawat hilir-mudik memastikan kondisi pasien stabil.

Baca juga: Kemenkes Surati Pimpinan RS, Tegaskan Larangan Tolak Pasien BPJS PBI yang Nonaktif Sementara

Di salah satu sudut ruangan, Direktur Medik dan Keperawatan RSCM dr Renan Sukmawan SpJP(K) dan PhD MARS bersama Direktur Layanan Operasional dr Astuti Giantini SpPK(K) MPH berdiri meninjau langsung proses pelayanan. 

Mereka berbincang dengan kepala instalasi serta petugas medis sambil sesekali melihat kondisi pasien.

Aktivitas pelayanan tetap berjalan tanpa jeda. 

Beberapa keluarga pasien tampak duduk menunggu di luar ruang tindakan.

Pengakuan Keluarga Pasien

Keluarga pasien, Warsini (48), warga Pondok Kelapa, Jakarta Timur, mendampingi anaknya, Nazmi (14), yang rutin menjalani hemodialisis dua kali seminggu sejak April tahun lalu.

“Seminggu dua kali,” kata Warsini.

Ia menjelaskan awalnya anaknya dirawat di RS Fatmawati sebelum dirujuk ke RSCM khusus layanan anak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved