Ramadan 2026
Iktikaf Tidak Harus Full 10 Hari Terakhir Ramadan, Ini Kata Muhammadiyah
Dengan memperhatikan berbagai pendapat , dapat disimpulkan bahwa iktikaf dapat dilaksanakan dalam beberapa waktu tertentu saja.
Ringkasan Berita:
- Al-Hanafiyah berpendapat bahwa iktikaf dapat dilaksanakan pada waktu yang sebentar tapi tidak ditentukan batasan lamanya
- Sementara, menurut al-Malikiyah iktikaf dilaksanakan dalam waktu minimal satu malam satu hari
- Dengan memperhatikan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa iktikaf dapat dilaksanakan dalam beberapa waktu tertentu
TRIBUNNEWS.COM - Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan adalah iktikaf.
Iktikaf merupakan aktivitas berdiam diri di masjid dalam waktu tertentu dengan melakukan amalan-amalan (ibadah-ibadah) tertentu untuk mengharapkan ridha Allah SWT.
Ibadah ini memungkinkan seorang muslim untuk menyendiri, merenung, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meninggalkan dunia yang sibuk.
Iktikaf termaktub dalam QS. Al Baqarah ayat 187, Iktikaf sangat dianjurkan dilaksanakan setiap waktu di bulan Ramadan, terutama pada 10 malam terakhir.
وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ
Artinya: "Sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid".
Tradisi Iktikaf sering kali dilakukan di masjid, dengan memperbanyak amalan-amalan sunah seperti salat hingga membaca Al Quran.
Lantas, apakah iktikaf harus dilakukan penuh dalam 10 hari terakhir Ramadan atau boleh hanya hari-hari tertentu saja?
Wakil Pimpinan Cabang Muhammadiyah Simo, Boyolali bidang Majelis Tarjih & Tajdid, Sayyaf, mengatakan di kalangan para ulama terdapat perbedaan tentang waktu pelaksanaan iktikaf, apakah dilaksanakan selama sehari semalam (24 jam) atau boleh dilaksanakan dalam beberapa waktu saja.
Al-Hanafiyah berpendapat bahwa iktikaf dapat dilaksanakan pada waktu yang sebentar tapi tidak ditentukan batasan lamanya.
Sementara, menurut al-Malikiyah iktikaf dilaksanakan dalam waktu minimal satu malam satu hari.
Baca juga: Hukum Iktikaf bagi Wanita, Boleh di Rumah atau Harus ke Masjid?
Dengan memperhatikan pendapat di atas, kata Sayyaf, dapat disimpulkan bahwa iktikaf dapat dilaksanakan dalam beberapa waktu tertentu.
"Misal dalam waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam dan seterusnya, dan boleh juga dilaksanakan dalam waktu sehari semalam (24 jam)," jelasnya kepada Tribunnews, Rabu (11/2/2206).
Untuk sahnya iktikaf diperlukan beberapa syarat, sebagai berikut;
- Orang yang melaksanakan iktikaf beragama Islam;
- Orang yang melaksanakan iktikaf sudah baligh, baik laki-laki maupun perempuan;
- Iktikaf dilaksanakan di masjid, baik masjid jami’ maupun masjid biasa;
- Orang yang akan melaksanakan iktikaf hendaklah memiliki niat iktikaf;
- Orang yang beriktikaf tidak disyaratkan puasa, artinya orang yang tidak berpuasa boleh melakukan iktikaf.
Keutamaan Iktikaf di Bulan Ramadan
Manfaat iktikaf saat bulan Ramadan, terutama pada 10 malam terakhir, sangat banyak karena merupakan salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebab ibadah sunah ini diperkaya dengan zikir dan salat sunah, dengan tujuan untuk memuliakan-Nya, sehingga menjadi sarana yang efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, berikut di antaranya keutamaan iktikaf selama Ramadan.
- Mencari malam Lailatul Qadar
Iktikaf dianjurkan pada 10 malam terakhir Ramadan karena untuk mencari Lailatul Qadar, di mana amal yang dilaksanakan pada malam itu memiliki nilai lebih dibandingkan amal-amal yang dilakukan di malam-malam lainnya.
- Pahala dua haji dan dua umroh
Keutamaan Iktikaf juga mendapatkan pahala setara dua haji dan dua umroh.
Nabi Saw, bersabda:
"Barangsiapa yang beritikaf sepuluh hari di bulan Ramadan, maka baginya pahala dua haji dan dua umroh" (HR. Al-Baihaqi, Syuabil iman : 3 : 425).
- Terjaga dari perbuatan maksiat
Orang yang beriktikaf akan terjaga dari perbuatan maksiat karena sibuk beribadah, sehingga tidak sempat melakukan perbuatan maksiat.
- Dijauhkan dari neraka jahanam
Salah satu keutamaan iktikaf di 10 hari terakhir Ramadan adalah dijanjikan untuk dijauhkan dari neraka jahanam.
Dengan fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, iktikaf membantu umat Muslim untuk mengumpulkan pahala dan menjaga diri dari siksa neraka.
- Mendapatkan banyak pahala
Dengan beriktikaf di masjid, akan mendapatkan banyak pahala, salah satunya pahala menunggu datangnya waktu salat karena itu berarti kita senang dalam beribadah.
- Introspeksi diri
Iktikaf juga membantu seseorang untuk introspeksi diri atau evaluasi diri atas perbuatan-perbuatan yang selama ini sudah dilakukan.
Tanpa evaluasi diri dan introspeksi, manusia akan terjebak dan tersesat karena terbawa hanya oleh diri atau hawa nafsu pribadinya.
- Membiasakan hidup sederhana
Dengan iktikaf, kita terkondisikan untuk banyak beramal saleh, berinfak dan sedekah. Sedekah atau infak juga menjadi kewajiban kita yang memiliki kelebihan harta agar tidak berfoya-foya dan tetap sederhana.
(Tribunnews.com/Rifqah)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.