Ketua Komjak: Indonesia Emas 2045 Bergantung pada Kepatuhan terhadap Hukum
Ketua Komisi Kejaksaan RI menegaskan kepatuhan terhadap hukum menjadi fondasi utama menuju negara maju dan berdaulat penuh
Ringkasan Berita:
- Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi menegaskan Indonesia Emas 2045 bergantung pada kepatuhan hukum dan integritas generasi muda.
- Ia menyoroti turunnya Indeks Persepsi Korupsi dari 37 (2024) ke 34 (2025) serta kerugian negara Rp 285 triliun.
- Menurutnya, supremasi hukum menjadi kunci kedaulatan dan kemajuan Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM - Gagasan besar Indonesia Emas 2045 diyakini bukan sekadar slogan, tetapi target yang dapat dicapai apabila supremasi hukum benar-benar ditegakkan.
Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi, menegaskan, kepatuhan terhadap hukum menjadi fondasi utama menuju negara maju dan berdaulat penuh.
“Suatu negara maju jika hukum menjadi panglima, hukum ditaati. Baik hukum tertulis dan tidak tertulis,” ujar Pujiyono dalam kegiatan Ngobrol Bareng ‘Anak Muda di Mata Hukum & Ekonomi’ di Aula Bupati Batang, Jumat (13/2/2026).
Dalam forum yang digelar Kejaksaan Negeri Batang, Bank Jateng, dan Solusi Indonesia tersebut, Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) yang akrab disapa Prof Puji itu mengaitkan visi Indonesia Emas 2045 dengan cita-cita Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk membawa Indonesia masuk dalam jajaran negara maju dunia.
“Indonesia sebagai rumah kita. Orang mengatakan 2030 Indonesia bubar, 2045 tidak akan menuju Indonesia Emas karena Indonesia sudah terpecah belah. Maka kita yang mengatakan tidak,” tegasnya.
Ia menekankan, generasi muda menjadi aktor kunci dalam menjaga keutuhan bangsa dan memastikan hukum dihormati.
“Indonesia akan baik-baik saja. Kitalah (anak muda) yang menjaganya. Cara menjaganya kita taat hukum. Maka fungsi taat hukum, akan tahu hak dan kewajibannya,” ujarnya.
Prof Puji mengingatkan, waktu menuju 2045 tersisa 19 tahun.
Pada momentum itu, estafet kepemimpinan nasional akan berada di tangan generasi yang saat ini masih berstatus pelajar, mahasiswa, dan pemuda.
“Generasi pemimpinnya bukan generasi sekarang. Tapi generasi kalian (anak muda). Mimpi Pak Prabowo Indonesia Emas itu adalah negara yang masuk top-tier Indonesia maju,” katanya.
Menurutnya, budaya taat hukum harus dibangun sejak dini agar menghasilkan generasi yang berintegritas.
Baca juga: Terima 1.070 Laporan dan Aduan Publik, Komjak Terbitkan 464 Rekomendasi Untuk Kejaksaan
“Ketika hukum dipatuhi, maka ketika menjadi anak muda yang patuh, kita menciptakan generasi ke depan yang jadi kebanggaan,” imbuhnya.
Dalam perspektif nasional, Prof Puji menyoroti tantangan serius berupa lemahnya kepatuhan hukum dan perilaku koruptif yang masih terjadi.
Ia merujuk pada Indeks Persepsi Korupsi Indonesia tahun 2024 yang berada di angka 37 dari skala 0–100 dan pada 2025 turun menjadi 34.
“Jadi persoalan perilaku, ketaatan hukum kita masih lemah. Korupsi perilaku kita juga masih lemah. Buktinya apa? Kejaksaan dan KPK itu nangkapin koruptor yang merugikan negara triliunan,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pujiyono-Suwadi-bicara-kepatuhan-bukum-untuk-Indonesia-Emas.jpg)