Minggu, 19 April 2026

Imlek 2026

Imlek 2026: Sejarah, Tema, Logo dan Link Downloadnya

Tahun 2577 menurut penanggalan Tionghoa atau Imlek 2026 jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Berikut, sejarah, tema dan logo Imlek 2026.

Dok. Kementerian Ekraf
LOGO IMLEK 2026 - Logo Imlek Nasional 2026 dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, diambil pada Senin (2/2/2026).  Tahun 2577 menurut penanggalan Tionghoa atau Imlek 2026 jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Berikut, sejarah, tema dan logo Imlek 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Imlek 2026 menandai perayaan Tahun Baru Lunar yang kaya sejarah dan tradisi yang telah berlangsung ribuan tahun.
  • Tema Harmoni Imlek Nusantara menekankan perayaan Imlek sebagai simbol persatuan dan keberagaman budaya Indonesia.
  • Logo resmi kuda api Imlek 2026 merepresentasikan energi, keberanian, dan identitas budaya, dengan elemen visual yang bisa diunduh melalui link resmi.

TRIBUNNEWS.COM - Tahun 2577 menurut penanggalan Tionghoa atau Imlek 2026 jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa dan penggemar budaya tradisional di seluruh dunia.

Lebih dari sekadar pergantian kalender, Imlek menjadi momentum perenungan, penghormatan kepada leluhur, sekaligus perayaan budaya yang terus hidup dan bertransformasi dari masa ke masa.

Secara historis, Tahun Baru Imlek, yang juga dikenal sebagai Tahun Baru Lunar atau Festival Musim Semi, telah dirayakan sekitar 3.500 tahun lalu dalam tradisi masyarakat Tiongkok kuno, dikutip dari https://worldtreasures.org/.

Perayaan ini berakar pada sistem kalender lunar dan awalnya menjadi waktu untuk menggelar ritual persembahan kepada dewa-dewa, kekuatan langit, serta leluhur sebagai ungkapan syukur dan harapan akan panen yang baik.

Catatan awal menunjukkan bahwa pada masa Dinasti Zhou, pergantian tahun ditandai dengan ritual persembahan dan penghormatan terhadap alam. 

Tradisi ini terus berkembang pada masa Dinasti Han ketika penanggalan diperbarui dan perayaan semakin terstruktur. 

Memasuki era Dinasti Tang dan dinasti-dinasti setelahnya, Imlek bertransformasi menjadi perayaan sosial yang meriah dengan lampion merah, tarian naga dan singa, petasan, serta tradisi berkumpul bersama keluarga.

Dalam mitologi rakyat, kisah tentang makhluk buas Nian (Nianshou) turut membentuk identitas Imlek. 

Konon, monster tersebut takut pada warna merah dan suara keras, sehingga lahirlah tradisi menghias rumah dengan ornamen merah dan menyalakan petasan sebagai simbol pengusiran energi negatif dan penyambutan harapan baru.

Sejarah Imlek di Indonesia

Di Indonesia, dinamika Imlek juga melalui perjalanan panjang. 

Baca juga: 100 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2026 untuk Keluarga, Sahabat, Pacar dan Bos yang Penuh Doa

Pada 1946, Presiden Soekarno menetapkan Imlek sebagai salah satu hari raya umat Tionghoa. 

Namun pada 1967, Presiden Soeharto membatasi perayaan budaya dan keagamaan Tionghoa melalui Instruksi Presiden, dikutip dari indonesiabaik.id.

Momentum kebebasan kembali hadir pada 17 Januari 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut aturan tersebut dan membuka ruang bagi perayaan Imlek secara terbuka. 

Status Imlek sebagai hari libur nasional kemudian ditegaskan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri melalui Keppres Nomor 19 Tahun 2002.

Sejak saat itu, Imlek tidak hanya menjadi perayaan komunitas, melainkan bagian dari wajah keberagaman Indonesia.

Tema dan Logo Imlek 2026

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved