Jumat, 15 Mei 2026

Mahfud MD Puji Sikap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Surati UNICEF: Sudah Suarakan Hal yang Benar

Menurut Mahfud MD, tindakan mengirimkan surat ke UNICEF merupakan cermin dari keresahan Tiyo atas situasi ekonomi dan politik di Indonesia.

Tayang:
Tribunnews.com/Gita Irawan, Instagram/tiyoardianto_
Kolase foto: Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM RI (Menkopolhukam) Mahfud MD, dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto. Politisi, akademisi, sekaligus Ketua Mahkamah Konstitusi RI (MK) periode 2008-2013 itu menilai tindakan mengirimkan surat ke UNICEF merupakan cermin dari keresahan Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto atas kondisi Tanah Air. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menyuarakan kasus anak kelas IV SD di NTT yang diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pulpen, hingga mengirimkan surat ke UNICEF.
  • Hal ini pun mendapat tanggapan dari Mantan Menkopolhukam RI Mahfud MD.
  • Menurut Mahfud MD, tindakan mengirimkan surat ke UNICEF merupakan cermin dari keresahan Tiyo atas situasi ekonomi dan politik di Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM RI (Menkopolhukam), Mahfud MD, menanggapi sikap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto yang menyuarakan kasus siswa kelas IV SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga mengakhiri hidup lantaran tidak mampu membeli alat tulis seharga Rp10.000,00.

Diketahui, siswa berinisial YBR tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh seorang saksi berinisial KD, yang saat itu sedang mengikat hewan ternak di sekitar pondok kebun. 

Ia diduga bunuh diri di pohon cengkeh di kebun milik neneknya di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada pada Kamis (29/1/2026) lalu.

Di lokasi, ditemukan pula sepucuk surat yang diduga ditulis oleh YBR dengan menggunakan bahasa daerah Bajawa dan berisikan pesan perpisahan kepada ibundanya.

Setelah tragedi tewasnya YBR, BEM UGM yang dinakhodai Tiyo pun mengirimkan surat kepada UNICEF (United Nation Children's Fund), sebuah lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk melindungi hak-hak setiap anak, terutama yang paling rentan, di lebih dari 190 negara. 

Hal ini pun disoroti oleh Mahfud MD.

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Sudah Sangat Galau

Politisi, akademisi, sekaligus Ketua Mahkamah Konstitusi RI (MK) periode 2008-2013 itu menilai tindakan mengirimkan surat ke UNICEF merupakan cermin dari keresahan Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto atas kondisi Tanah Air.

"Mungkin sudah sangat galau, sangat resah ini Ketua BEM UGM, kok bisa terjadi begini negaraku, lalu kirim surat ke UNICEF," kata Mahfud MD, dalam podcast/siniar Terus Terang yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, UNICEF memang tidak bisa bertindak, sebab pemerintah lah yang mengambil kebijakan.

Namun, kata dia, kemungkinan UNICEF hanya dapat mendesak PBB untuk mengambil tindakan terkait permasalahan hak anak di Indonesia ini.

Baca juga: Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jawab Teror Awas LGBT di UGM yang Terpampang Wajahnya

Meski begitu, Mahfud MD menilai, tindakan Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto mengirimi surat ke UNICEF merupakan simbol dari menyuarakan kebenaran, meski UNICEF tidak bisa apa-apa.

Bisa saja, Mahfud MD menambahkan, UNICEF mencarikan bantuan, tetapi tetap saja tata kelola dan kebijakan terkait kasus tragedi anak bunuh diri karena dihimpit kemiskinan ini adalah tanggung jawab pemerintah, bukan lembaga tersebut.

"UNICEF sih saya kira tidak bisa ngambil tindakan apa-apa karena dia bukan pengambil keputusan. Keputusan politiknya tentu lewat lembaga resmi yang bernama PBB kalau mau menjatuhkan sanksi," papar Mahfud MD.

"Tapi, apa mau menjatuhkan sanksi? Kan tata kelola internal itu tanggung jawab moral kita."

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved