Sabtu, 11 April 2026

10 Pejabat dari Berbagai Instansi Digembleng Memperkuat SDM Keamanan Siber Berstandar Internasional

program pengembangan kompetensi terus didorong untuk membangun ekosistem keamanan siber yang lebih solid dan berkelanjutan.

|
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
KERJASAMA Peserta pelatihan undangan bagi pejabat tinggi Indonesia di bidang keamanan siber sebagai bagian dari proyek “Penguatan Kapasitas Pengembangan Tenaga Profesional Keamanan Siber Indonesia” 

Ringkasan Berita:
  • Pelatihan bagi pejabat tinggi Indonesia untuk memperkuat kapasitas SDM dan perumusan kebijakan keamanan siber nasional digelar selama 10 hari.
  • Pesertanya perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Negara (BIN), dan satuan siber Tentara Nasional Indonesia (TNI).
  • Program ini menjadi bagian dari persiapan pendirian pusat pelatihan Cybersecurity Skills & Vocational Center (CSVC) di Politeknik Siber dan Sandi Negara, yang ditargetkan beroperasi 2027.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah percepatan transformasi digital, ancaman keamanan siber menjadi salah satu tantangan utama yang harus diantisipasi oleh setiap negara, termasuk Indonesia.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang keamanan siber pun menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan nasional dalam menghadapi berbagai risiko serangan digital yang semakin kompleks.

Melalui kolaborasi dan kerja sama internasional, berbagai program pengembangan kompetensi terus didorong untuk membangun ekosistem keamanan siber yang lebih solid dan berkelanjutan.

Salah satunya diwujudkan melalui program pelatihan yang melibatkan para pemangku kebijakan dan institusi terkait, sebagai upaya memperkuat arah pembangunan sistem pendidikan dan pelatihan keamanan siber di tingkat nasional.

Sebuah perusahaan keamanan siber bernama STEALIEN mengumumkan telah menyelesaikan program pelatihan undangan bagi pejabat tinggi Indonesia di bidang keamanan siber sebagai bagian dari proyek “Penguatan Kapasitas Pengembangan Tenaga Profesional Keamanan Siber Indonesia” yang diselenggarakan oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA).

Adapun program ini ditujukan bagi para pengambil kebijakan senior yang bertanggung jawab atas perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia keamanan siber di Indonesia.

Tujuannya adalah membangun kesamaan pandangan mengenai arah pembangunan sistem pendidikan dan pelatihan di tingkat nasional serta memastikan implementasi kebijakan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pelatihan ini dilaksanakan menjelang pendirian Cybersecurity Skills & Vocational Center (CSVC) yang direncanakan mulai beroperasi pada awal tahun 2027.

CSVC merupakan pusat pelatihan keamanan siber yang didukung oleh KOICA, dan berperan sebagai institusi utama dalam penyelenggaraan pengembangan tenaga profesional dan pelatihan praktis keamanan siber di tingkat nasional.

Pusat pelatihan ini akan didirikan di lingkungan Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN), lembaga di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Program pelatihan berlangsung selama 10 hari, dari tanggal 3 sampai 12 Februari 2026, dan diikuti oleh 10 pejabat tinggi dari berbagai institusi terkait keamanan siber, termasuk BSSN, Badan Intelijen Negara (BIN), satuan siber Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Pusat Siber Militer.

"Mengalami dan mempelajari secara langsung kebijakan dan sistem respons keamanan siber Korea memberikan kontribusi besar dalam merumuskan arah kebijakan serta pengelolaan pusat pendidikan dan pelatihan keamanan siber Indonesia di masa depan," ujar salah satu peserta dari Indonesia, R. Tjahjo Khurniawan selaku Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN, dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Selama pelatihan, para peserta mengikuti rangkaian sesi khusus yang membahas tren keamanan siber global, sistem respons keamanan siber nasional, serta praktik terbaik dalam pengelolaan kurikulum dan pengembangan tenaga profesional keamanan siber.

Sejumlah pakar turut menjadi pembicara, di antaranya Yoon Oh-jun, mantan Wakil Direktur ke-3 Badan Intelijen Nasional Korea dan Penasihat Senior Yulchon Law Firm; Shin Yong-seok, mantan Sekretaris Keamanan Siber Kantor Keamanan Nasional dan CISO Toss Payments; serta Lee Seok-won, Kepala Kantor Kerja Sama Internasional Universitas Ajou.

Saat ini, STEALIEN berperan sebagai pelaksana utama proyek KOICA melalui konsorsium bersama Universitas Ajou dan Solutek System.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved