Rabu, 22 April 2026

Pilpres 2029

Nama Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029, Ini Analisis IPR

‎Menurutnya, Sjafrie merupakan salah satu figur penting dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

Penulis: Reynas Abdila
HO/IST
BURSA CAPRES - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan memberikan pandangan terkait nama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang mulai diperbincangkan sebagai kandidat bursa Calon Presiden (Capres) 2029. 
Ringkasan Berita:
  • Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) memberikan pandangan terkait nama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang mulai diperbincangkan sebagai kandidat bursa Calon Presiden (Capres) 2029
  • Menurutnya, Sjafrie merupakan salah satu figur penting dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
  • ‎Iwan menambahkan, Sjafrie juga menjadi salah satu menteri yang mendapat kepercayaan besar dari Presiden Prabowo

 

‎TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan memberikan pandangan terkait nama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang mulai diperbincangkan sebagai kandidat bursa Calon Presiden (Capres) 2029.

‎Menurutnya, Sjafrie merupakan salah satu figur penting dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Jokowi Mania Tantang Ketum Parpol: Jangan Berebut Wapres, Maju Capres 2029

Perannya strategis yang tidak hanya terbatas pada sektor pertahanan dan keamanan.



‎“Nama Sjafrie masuk dalam radar bursa capres merupakan hal yang logis," ungkap Iwan dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Baca juga: Pengamat: Deklarasi Dini Anies Sebagai Capres Partai Gerakan Rakyat Picu Efek Domino Parpol

"Kita melihat bagaimana kinerja dan perannya cukup sentral di pemerintahan Prabowo-Gibran hari ini,” tambahnya.

‎Iwan menambahkan, Sjafrie juga menjadi salah satu menteri yang mendapat kepercayaan besar dari Presiden Prabowo.

Sosok Sjafrie memimpin agenda strategis nasional, satu di antaranya Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

‎Satgas tersebut dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 dan memiliki mandat untuk menertibkan penguasaan lahan ilegal di kawasan hutan, termasuk perkebunan sawit dan pertambangan tanpa izin.

‎“Satgas PKH fokus mengambil alih lahan-lahan ilegal serta menegakkan hukum atas penyalahgunaan kawasan hutan. Targetnya jelas, mengembalikan jutaan hektare lahan menjadi aset negara,” jelasnya.

Lebih jauh, Iwan menilai langkah pemerintah melalui Satgas PKH telah berdampak besar terhadap penyelamatan potensi kerugian negara.

Namun demikian, peluang Sjafrie untuk maju sebagai Capres 2029 sangat bergantung pada dinamika politik ke depan, terutama terkait keputusan Presiden Prabowo.

‎“Realistisnya Sjafrie akan sangat sulit maju jika Prabowo Subianto masih mencalonkan diri untuk periode kedua, mustahil beliau maju melawan Prabowo, mengingat posisi Sjafrie adalah salah satu menteri kepercayaan Presiden,” urainya.

Baca juga: CSIS Menilai Pengaturan Koalisi Capres Berpotensi Bertentangan dengan Prinsip Demokrasi

Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029

Hasil survei terbaru lembaga Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan sejumlah wajah baru masuk dalam bursa bakal calon presiden 2029 termasuk, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

"Berdasarkan hasil survei terbaru kami, sejumlah wajah-wajah baru masuk dalam bursa bakal capres 2029 seperti Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa," ujar Peneliti IPI Abdan Sakura dalam konferensi pers rilis hasil survei bertajuk 'Peta Elektabilitas Calon Presiden 2029' di Semanggi, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Wajah-wajah baru tersebut masuk dalam 10 besar tokoh untuk menjadi bakal capres 2029. Sjafrie Sjamsoeddin berada di urutan ke-7 dengan tingkat elektabilitas di angka 7,5 persen disusul Purbaya Yudhi Sadewa 4,9 persen dan Sherly Tjoanda 3,8 persen. 

Di puncak elektabilitas dikuasai Prabowo Subianto dengan angka 22,3 persen. Angka tersebut jauh melampaui tokoh lainnya.

Elektabilitas Gibran Rakabuming Raka berada di urutan kedua dengan angka elektabilitas 12,2 persen dan disusul Ganjar Pranowo di angka 9 persen, Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan 8,5 persen, lalu Gubernur Jakarta sekarang Pramono Anung 7,8 persen dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi 7,9 persen.

Abdan menjelaskan, munculnya wajah-wajah baru tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor mempengaruhi elektabilitas mereka seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, visi - misi dan program kerja.

Abdan mencontohkan 4 indikator yang memperkuat elektabilitas Sjafrie Sjamsoeddin, seperti kepemimpinan dan ketokohannya di angka 44 persen, rekam jejak kepemimpinan 17 persen, rekomendasi lingkungan dan media 12 persen serta integritas 10 persen.

"Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Sjafrie Sjamsoeddin tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral. Celah inilah yang membuka ruang bagi dinamika politik baru, terutama jika terjadi krisis, perubahan peta koalisi, atau absennya 'pemain utama. Sementara itu, rendahnya elektabilitas sejumlah tokoh populer menegaskan bahwa popularitas semata tidak lagi cukup di tengah pemilih yang semakin rasional dan kontekstual," pungkas Abdan.

Survei Indonesian Public Institute (IPI) digelar 30 Januari 2026 hingga 5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden yang merupakan masyarakat berusia 17 tahun - 65 tahun dan berasal dari 35 Provinsi di Indonesia.

Teknik sampling yang digunakan pada riset ini adalah Multistage Random Sampling. Metode ini adalah teknik sampling di mana pemilihan sampel dilakukan dalam beberapa tahap (stage), dari unit besar ke unit yang lebih kecil, dan setiap tahap dilakukan secara acak (random).

Berdasarkan teknik sampling tersebut, sampel berasal dari 35 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional.

Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan ± 95 persen.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved