Rabu, 13 Mei 2026

Dewan Perdamaian

Komisi I DPR Tegaskan Penunjukan Wakil Komandan ISF di Gaza Tidak Perlu Ada Fit and Proper Test

Dave menekankan bahwa penunjukan pejabat dalam struktur internasional seperti ISF merupakan kewenangan eksekutif.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa posisi Wakil Komandan International Security Force (ISF) memiliki arti strategis bagi Indonesia. /Foto.dok 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia dipercaya menduduki jabatan Wakil Komandan International Security Force (ISF)
  • ISF pasukan perdamaian dari TNI yang akan ditempatkan di Gaza Palestina
  • Komisi I DPR mengatakan posisi ini memiliki arti strategis bagi Indonesia, terutama dalam konteks representasi kerja sama internasional di bidang pertahanan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa posisi Wakil Komandan International Security Force (ISF) memiliki arti strategis bagi Indonesia, terutama dalam konteks representasi kerja sama internasional di bidang pertahanan.

Dave menekankan bahwa penunjukan pejabat dalam struktur internasional seperti ISF merupakan kewenangan eksekutif.

"Perlu dipahami bahwa penunjukan pejabat dalam struktur internasional seperti ini merupakan ranah eksekutif, khususnya Kementerian Pertahanan dan TNI, yang berkoordinasi langsung dengan mitra-mitra terkait," kata Dave kepada Tribunnews.com, Sabtu (21/2/2026).

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan peran Komisi I DPR RI berada pada fungsi pengawasan dan dukungan kebijakan, bukan pada proses penunjukan langsung.

"Komisi I DPR RI tentu memiliki fungsi pengawasan dan akan memastikan bahwa setiap penugasan yang membawa nama Indonesia di forum internasional tetap sejalan dengan kepentingan nasional, prinsip diplomasi, serta kebijakan pertahanan negara," kata dia.

Terkait mekanisme uji kelayakan, Dave menilai tidak semua penugasan dapat disamakan.

"Mekanisme fit and proper test biasanya diterapkan untuk pejabat publik yang ditunjuk melalui proses politik di dalam negeri. Sedangkan untuk penugasan internasional, Komisi I DPR RI lebih berperan dalam memberikan dukungan kebijakan, pengawasan, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dari pihak eksekutif," kata dia.

Lebih lanjut, Dave menilai keterlibatan Indonesia dalam ISF merupakan bagian dari strategi diplomasi pertahanan yang lebih luas.

"Kami memandang bahwa keterlibatan Indonesia dalam ISF adalah bagian dari upaya memperkuat posisi diplomasi pertahanan, sekaligus menunjukkan komitmen kita terhadap stabilitas kawasan," kata Dave

"Komisi I DPR RI akan terus memantau dan memberikan masukan agar penugasan tersebut benar-benar mencerminkan kepentingan nasional dan membawa manfaat bagi Indonesia," pungkas dia.

Komandannya dari Indonesia

Sebelumnya, Komandan International Stabilization Force (ISF) Mayor Jenderal Jasper Jeffers menyatakan Indonesia telah menerima posisi sebagai Wakil Komandan ISF.

Dalam KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan komitmen Indonesia.

Prabowo menuturkan, bila diperlukan, Indonesia siap mengirim lebih dari 8.000 orang untuk bergabung ke dalam International Stabilization Force (ISF) yang akan ditugaskan di Gaza.

Namun, Presiden Prabowo Subianto menyatakan masih akan mencari perwira tinggi TNI yang bagus untuk mengisi posisi tersebut.

Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI belum bersuara terkait sosok kandidat untuk menjadi Wakil Komandan ISF.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved