OTT KPK di Pati
KPK Panggil Tim Sukses Sudewo, Eks Ketua DPRD hingga Kades Diperiksa Terkait Kasus Pemerasan
Daftar saksi didominasi oleh pihak swasta dan tokoh politik lokal yang memiliki afiliasi erat dengan Sudewo saat Pilkada 2024
Ringkasan Berita:
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin agresif membongkar jaringan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati
- Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi terjadwalnya pemeriksaan terhadap 13 orang saksi hari ini
- Daftar saksi didominasi oleh pihak swasta dan tokoh politik lokal yang memiliki afiliasi erat dengan Sudewo saat Pilkada 2024
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin agresif membongkar jaringan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.
Pada hari ini, Rabu (25/2/2026), penyidik KPK memanggil sederet nama yang diketahui merupakan anggota tim pemenangan atau tim sukses (timses) dari Bupati nonaktif Pati, Sudewo.
Baca juga: KPK Telusuri Jejak Komunikasi Sudewo dan DPRD Pati saat Sidang Pemakzulan
Pemeriksaan yang digelar di Kantor Polrestabes Semarang ini difokuskan untuk mendalami peran krusial para tim sukses dalam kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa serta pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Pati.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi terjadwalnya pemeriksaan terhadap 13 orang saksi hari ini.
Baca juga: Kasus Pemerasan Sudewo, KPK Panggil 12 Saksi: Ada Plt Bupati, Ketua DPRD, hingga Ketua KPU Pati
Daftar saksi didominasi oleh pihak swasta dan tokoh politik lokal yang memiliki afiliasi erat dengan Sudewo saat Pilkada 2024.
"Hari ini dijadwalkan pemeriksaan saksi dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Pemeriksaan dilakukan di Polrestabes Semarang," kata Budi dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Dalam daftar panggil KPK, terdapat nama-nama strategis yang disebut sebagai Tim Sukses Bupati Pati.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Sunarwi, mantan Ketua DPRD Kabupaten Pati yang juga menjabat sebagai Plt Ketua Baznas.
Selain Sunarwi, KPK juga memanggil Manurung, anggota Dewan Pengawas RSUD Suwonso, serta Aji Sudarmaji, mantan anggota DPRD Pati.
Ketiganya tercatat dalam daftar pemeriksaan sebagai Tim Sukses Bupati Pati.
Selain tokoh-tokoh tersebut, penyidik juga memanggil pihak wiraswasta yang tergabung dalam tim sukses, yakni Syaiful Arifin (mantan Wakil Bupati Pati), Agus Ebenezer, dan Tono.
Tak hanya tim sukses, KPK turut memeriksa sejumlah kepala desa (kades) untuk menelusuri aliran dana pemerasan di tingkat bawah.
Para kades yang diperiksa antara lain Edy Susanto (Kades Perdopo), Susilo (Kades Gajihan), Tafaquri (Kades Pundenrejo), Suyanto (Kades Gesegan), Wiwit Edi (Kades Mojo), Yuniatin (Kades Dororejo), dan Dwi Tantri (Kades Batursari).
Pemanggilan barisan tim sukses ini merupakan pengembangan dari pemeriksaan sehari sebelumnya, Selasa (24/2/2026).
Kala itu, KPK telah mencecar Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan Ketua KPU Pati P Supriyanto terkait manuver kelompok yang dijuluki "Tim 8".
Baca juga: Ketua KPK Buka Suara Soal Keterlibatan Anggota Komisi V DPR Lain di Kasus DJKA Sudewo
KPK menduga "Tim 8" yang bertindak sebagai tim sukses Sudewo ini memiliki peran sistemik.
Mereka diduga tidak hanya menjadi koordinator lapangan untuk menampung uang hasil pemerasan dari calon perangkat desa, tetapi juga ikut cawe-cawe atau campur tangan dalam pengaturan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pati.
"Penyidik mendalami soal peran-peran Tim 8 ini dalam pemilihan kepala daerah, serta dugaan pengkondisian proyek-proyek di Kabupaten Pati atas perintah SDW (Sudewo)," jelas Budi merujuk pada materi pemeriksaan maraton ini.
Sebagai informasi, kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada pertengahan Januari 2026.
KPK menetapkan Sudewo sebagai tersangka pemerasan terkait pengisian 601 formasi jabatan perangkat desa.
Modus yang digunakan sangat intimidatif, di mana para calon perangkat desa diancam formasinya tidak akan dibuka jika tidak menyetorkan uang pelicin dengan tarif Rp165 juta hingga Rp225 juta.
Ironisnya, uang miliaran rupiah hasil pemerasan tersebut ditemukan penyidik tersimpan secara tunai di dalam karung beras dan kantong kresek pasar.
Dengan dipanggilnya para anggota tim sukses hari ini, KPK berupaya merangkai puzzle keterlibatan pihak-pihak yang membantu Sudewo, baik dalam memenangkan kontestasi politik maupun dalam mengelola dana haram hasil pemerasan rakyat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sudewo-bungkammmm.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.