Selasa, 12 Mei 2026

Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Puncak Blood Moon Ramadan 18.34 WIB Terlihat Luas di Indonesia

Blood Moon Ramadan 3 Maret 2026 puncak 18.34 WIB! Fenomena langka bikin penasaran, bisa disaksikan luas di Indonesia tanpa alat khusus.

Tayang:
Penulis: Abdul Qodir
TRIBUNNEWS/HERUDIN
GERHANA BULAN TOTAL – Fase fenomena alam gerhana bulan total atau Blood Moon terlihat di langit Jakarta pada Senin dini hari (8/9/2025). Fenomena serupa akan kembali terjadi pada 3 Maret 2026, dengan puncak Blood Moon Ramadan 18.34 WIB terlihat luas di Indonesia. 
Ringkasan Berita:
  • Puncak gerhana bulan total terjadi pada 18.34 WIB (BMKG).
  • Fenomena Blood Moon Ramadan bisa disaksikan luas di Indonesia.
  • Aman diamati tanpa alat khusus, cukup dengan mata telanjang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Langit Indonesia akan dihiasi fenomena langka pada Selasa, 3 Maret 2026. Gerhana Bulan Total bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M, menghadirkan pemandangan dramatis berupa Blood Moon atau bulan merah darah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, “Puncak Gerhana (Puncak) 11.33.39 UT / 18.33.39 WIB / 19.33.39 WITA / 20.33.39 WIT.”

Dengan demikian, puncak gerhana diperkirakan terjadi pada 18.34 WIB dan dapat disaksikan luas di berbagai wilayah Indonesia tanpa alat khusus.

Gerhana Bulan Total adalah peristiwa ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari terhalang sepenuhnya oleh bayangan Bumi. Pada fase puncak, Bulan akan tampak berwarna merah gelap akibat pembiasan cahaya di atmosfer, yang dikenal sebagai Blood Moon.

 
1. Jadwal Fase Gerhana di Indonesia

  • Gerhana Sebagian mulai: 16.50 WIB / 17.50 WITA / 18.50 WIT
  • Gerhana Total mulai: 18.04 WIB / 19.04 WITA / 20.04 WIT
  • Puncak Gerhana: 18.34 WIB / 19.34 WITA / 20.34 WIT
  • Gerhana Total berakhir: 19.02 WIB / 20.02 WITA / 21.02 WIT
  • Gerhana Sebagian berakhir: 20.17 WIB / 21.17 WITA / 22.17 WIT

  
2. Mengapa Disebut Blood Moon?

Pada fase total, bulan tidak gelap sepenuhnya, melainkan tampak merah gelap.

“Cahaya merah dari matahari yang terjadi oleh pembiasan atmosfer bumi dapat menyebabkan bulan berwarna merah,” jelas Thomas Djamaluddin, pakar astronomi BRIN.
  

Keterlihatan di Indonesia

  • Wilayah barat & tengah (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara) → dapat menyaksikan seluruh fase gerhana.
  • Wilayah timur (Maluku, Papua) → bulan baru terbit saat gerhana sudah berlangsung, sehingga hanya fase akhir yang terlihat.

“Seluruh wilayah Indonesia dapat mengamatinya pada awal malam. Pengamatan dapat dilakukan langsung tanpa alat, sama seperti melihat purnama,” kata Thomas.

 
Kaitan dengan Ramadan

Fenomena ini terjadi bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 H, sehingga menambah nuansa religius.

Majelis Tarjih Muhammadiyah bahkan telah mengeluarkan maklumat resmi terkait waktu gerhana dan tata cara salat gerhana.

 
Panduan Observasi Praktis

  • Tidak perlu alat khusus, aman dilihat dengan mata telanjang.
  • Gunakan kamera ponsel atau teleskop sederhana untuk dokumentasi.
  • Pilih lokasi terbuka dengan minim polusi cahaya.

Periksa prakiraan cuaca agar pengamatan tidak terhalang awan.
 
Ikuti jadwal fase gerhana sesuai zona waktu Anda. Blood Moon Ramadan ini menjadi momen langka yang layak dinikmati bersama keluarga di langit Indonesia.

Baca juga: Peneliti BRIN Ungkap Alasan Indonesia Harus Waspada pada Potensi Penularan Virus Nipah

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved