Ramadan 2026
Saat Para Pemulung Diajak Bukber di Hotel Berbintang Bersama Tokoh Perempuan
Menurut Dewie, pemilihan hotel berbintang sebagai lokasi acara mengandung pesan simbolik yang kuat.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah pemulung dan anak yatim piatu diundang ikut buka puasa bersama di Hotel Heritage (Grand Cempaka), Jumat (26/2/2026).
- Sejumlah tokoh perempuan Indonesia, para pendiri serta pengurus Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) hadir bersama puluhan pemulung yang sehari-hari bekerja di ruang-ruang kota.
- Pemilihan hotel berbintang sebagai lokasi acara mengandung pesan simbolik yang kuat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) menggelar kegiatan buka puasa bersama para pemulung dan anak yatim piatu di Hotel Heritage (Grand Cempaka), Jumat (26/2/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus penegasan nilai kesetaraan martabat manusia di bulan suci Ramadan.
Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Sejumlah tokoh perempuan Indonesia, para pendiri serta pengurus Gerakan Srikandi Indonesia hadir bersama puluhan pemulung yang sehari-hari bekerja di ruang-ruang kota.
Kegiatan tersebut juga menggandeng Dompet Dhuafa.
Ketua Umum GSI, Dewie Yasin Limpo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda buka puasa, melainkan pernyataan sikap moral organisasi dalam memandang rakyat kecil.
“Di mata GSI, pemulung bukan warga kelas bawah. Mereka adalah pekerja keras dan subjek perjuangan yang berhak diperlakukan setara dan bermartabat,” ujar Dewie dalam sambutannya.
Alasan Pilih Hotel Mewah
Menurut Dewie, pemilihan hotel berbintang sebagai lokasi acara mengandung pesan simbolik yang kuat.
GSI ingin menunjukkan bahwa fasilitas yang selama ini dianggap eksklusif sejatinya bukan hanya milik segelintir orang.
“Kami ingin para pemulung merasakan bahwa mereka setara. Bahwa mereka tidak perlu merasa rendah diri hanya karena pekerjaannya. Justru dari kerja keras itulah martabat dan kontribusi mereka lahir,” katanya.
Dewie menambahkan, GSI berkomitmen untuk terus mendorong tumbuhnya rasa percaya diri di kalangan pemulung agar mampu berkontribusi lebih luas terhadap perekonomian dan kehidupan sosial.
“Bangsa ini tidak akan benar-benar maju jika rakyat kecil tidak ikut diangkat martabat dan kesejahteraannya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut dipanjatkan doa bersama untuk bangsa Indonesia. GSI juga mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan yang merata.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal GSI, Mella Noviani, menyatakan bahwa kegiatan ini menegaskan peran GSI sebagai gerakan perempuan yang tidak hanya berbicara soal kesetaraan gender, tetapi juga hadir langsung bersama rakyat kecil.
“Melalui kegiatan ini, GSI ingin membangun solidaritas dan memperjuangkan keadilan sosial secara nyata,” ujar Mella.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pemulung-dan-anak-yatim-piatu-di-Hotel-Herita-6.jpg)