Kamis, 7 Mei 2026

Natalius Pigai Sepakat Debat dengan Guru Besar UGM Bahas HAM, Sindir Seberapa Besar Ilmu Profesor

Wacana debat di tv nasional muncul dari aksi saling balas cuitan antara Menteri HAM Natalius Pigai dan Guru Besar FH UGM

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Guru Besar FH UGM Zainal Arifin Mochtar dan Menteri HAM Natalius Pigai saling berbalas cuitan di X terkait pemahaman dan rekam jejak HAM.
  • Zainal menantang debat terbuka membahas satu per satu kasus HAM di Indonesia, sementara Pigai menyatakan siap berdiskusi secara ilmiah dan live di TV nasional.
  • Hingga kini belum ada kepastian jadwal dan forum debat, namun polemik keduanya ramai disorot publik.

TRIBUNNEWS.COM - Perdebatan mengenai pemahaman dan rekam jejak hak asasi manusia (HAM) mencuat di ruang publik setelah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., L.L.M., dan Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, saling berbalas cuitan di platform X.

Aksi saling balas cuitan keduanya memantik reaksi dari warganet, hingga menghasilkan sekitar jutaan penayangan.

Percakapan bermula dari pernyataan Pigai yang menekankan pengalaman hidupnya sejak kecil di wilayah konflik sebagai fondasi pemahamannya atas nilai-nilai HAM universal.

Ia menyebut dirinya tumbuh “di tengah moncong senjata” di Enarotali, Paniai, yang menurutnya menjadi ruang belajar paling otentik tentang batas hidup dan mati, adil dan tidak adil.

“Di situlah saya mengerti nilai fundamental tentang Hak Asasi Manusia. Perjalanan hidup yang membentuk karakter dan integritas saya selama puluhan tahun sebagai pembela orang-orang tertindas,” tulis Pigai dalam cuitannya pada 25 Februari 2026.

Pigai juga menegaskan integritasnya sebagai “penjaga kaum lemah (de oppresso liber)” dan menyatakan telah “mencatat, menyelami, dan menentukan sejarah HAM di Republik ini.”

Dalam cuitan yang sama, ia menyinggung kapasitas akademik seorang guru besar.

MENTERI HAM - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai bersama Ephorus HKBP Pdt Victor Tinambunan saat konferensi pers di kantor Kementerian HAM Jakarta pada Rabu (5/11/2025). Pigai mengatakan akan segera membentuk Tim Gabungan Pencari Data, Fakta, dan Informasi terkait konflik masyarakat Adat Sihaporas dan PT TPL.
MENTERI HAM - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai bersama Ephorus HKBP Pdt Victor Tinambunan saat konferensi pers di kantor Kementerian HAM Jakarta pada Rabu (5/11/2025). Pigai mengatakan akan segera membentuk Tim Gabungan Pencari Data, Fakta, dan Informasi terkait konflik masyarakat Adat Sihaporas dan PT TPL. (Tribunnews.com/ Gita Irawan)

“Sepengetahuan saya seorang Guru Besar memiliki tingkat pemahaman yang tinggi… tetapi rupanya Anda hanya Guru yang ‘dibesar-besarkan’,” tulisnya.

Menanggapi hal itu, Zainal menyampaikan respons bernada terbuka sekaligus menantang diskusi substantif.

Baca juga: Anggota DPR Kritik Menteri HAM Natalius Pigai soal Tolak MBG Berarti Menentang HAM

“Saya setuju dengan Bapak, seringkali profesor itu dibesar-besarkan saja. Saya izin mau belajar memahami HAM dari Bapak. Saya mau diskusi dan debatkan satu per satu kasus HAM di Indonesia yang katanya Bapak sudah amat pahami itu,” tulis Zainal.

Zainal juga mengungkap latar belakang akademiknya di bidang HAM.

Ia menyebut pernah menjadi peneliti selama tiga tahun di Pusat Studi HAM UII Yogyakarta serta menempuh pendidikan magister hukum HAM di Amerika Serikat.

“Saya pasti senang belajar,” tulisnya.

Ajakan debat itu kemudian mengerucut pada usulan forum terbuka yang disiarkan langsung di televisi nasional.

Pigai menyatakan setuju apabila diskusi dilakukan secara live dan ilmiah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved