Iran Vs Amerika Memanas
PKB Kutuk Keras Israel-AS Bunuh Ali Khamenei: Hari Ini Iran Jadi Target, Besok Bisa Jadi Negara Lain
PKB mengutuk keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei lewat serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.
Ringkasan Berita:
- Serangan AS-Israel tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum maupun norma kemanusiaan
- Tindakan Israel dan AS berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas dunia
- Kepentingan geopolitik dan dominasi militer tidak boleh mengalahkan nilai-nilai kemanusiaan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luluk Nur Hamidah, mengutuk keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei lewat serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
Luluk menilai, serangan yang dilakukan Israel dengan dukungan Amerika Serikat (AS) tersebut merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum maupun norma kemanusiaan.
"DPP PKB mengutuk keras tindakan pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat," kata Luluk di Kantor DPP PKB, Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Luluk mengatakan, peristiwa ini bukan hanya menjadi tragedi bagi Iran, tetapi juga pukulan telak bagi tatanan global.
Ia memperingatkan bahwa tindakan Israel dan AS ini berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas dunia.
Baca juga: Korea Utara Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Agresi Ilegal, Pelanggaran Terhadap Kedaulatan
Menurut Luluk, jika praktik pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah dan dibiarkan, maka dunia sedang bergerak mundur menuju sistem internasional yang diatur oleh kekuatan militer semata.
"Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama. Ketika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun," ujarnya.
Ia menilai, ketiadaan sanksi tegas terhadap pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan Israel sebelumnya, khususnya dalam tragedi di Palestina, telah membuka ruang keberanian baru bagi eskalasi kekerasan.
Baca juga: Kedubes Iran Sambut Tawaran Mediasi Prabowo, Minta Pemerintah RI Tegas terhadap Serangan AS-Israel
"Ketika standar ganda dipelihara, agresi akan terus berulang. Ketika keadilan tidak ditegakkan secara konsisten, konflik akan semakin meluas," ucap Luluk.
Luluk menambahkan, kepentingan geopolitik dan dominasi militer tidak boleh mengalahkan nilai-nilai kemanusiaan.
"Dunia membutuhkan keadilan yang universal, bukan hukum yang hanya berlaku bagi yang lemah," ungkapnya.
Diketahui, Israel melancarkan serangan ke Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi.
Pemerintah Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan status darurat nasional.
Mengutip laporan The Guardian, langkah penutupan wilayah udara diambil sebagai antisipasi jika Iran membalas dengan mengirimkan drone maupun rudal.
Juru bicara militer Israel menyebut serangan tersebut sebagai langkah pendahuluan untuk menyingkirkan ancaman terhadap negaranya.
Sementara itu, media Iran mengonfirmasi Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal.
Kantor berita semi-resmi pemerintah Iran menyatakan, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam itu gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-DPP-Partai-Kebangkitan-Bangsa-PKB-Luluk-Nur-Hamidah-10000.jpg)