Sabtu, 25 April 2026

Try Sutrisno Wafat

Try Sutrisno di Mata Wiranto: Prajurit Sejati, Negarawan Paripurna

Wafatnya mantan Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Berikut ungkapan kenangan Wiranto.

Ringkasan Berita:
  • Wiranto sebut Try Sutrisno prajurit sejati dan negarawan paripurna.
  • Try Sutrisno wafat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
  • Wiranto kenang dedikasi, nasihat, dan pengabdian tanpa pamrih.

 

TRIBUNNEWS.COM - Wafatnya mantan Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal (Purn) Wiranto menilai Indonesia kehilangan tokoh yang patut diteladani.

Try Sutrisno wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta pada Senin (2/3/2026).

"Sebagai prajurit saya kira beliau prajurit sejati, sejak letnan dua sampai bintang empat, tidak pernah berhenti untuk berjuang, memperjuangkan keyakinan beliau membela nusa dan bangsanya," ungkap Wiranto kepada awak media di depan rumah duka. 

Wiranto mengungkapkan Try Sutrisno selalu berhasil dalam misi yang diembannya, wujud adanya kesungguhan dan ketekunan terhadap apa yang ditugaskan.

"Beliau merupakan prajurit yang saya kira sangat luar biasa dalam pengabdiannya, tanpa pamrih, tak kenal lelah, saya mengikuti perjuangan beliau," ungkapnya.

Selain diteladani sebagai prajurit, Wiranto juga menyebut Try Sutrisno patut diteladani sebagai seorang negarawan.

"Sebagai negarawan, saya kira beliau negarawan yang paripurna. Kesederhanaannya, kepatuhan terhadap konstitusi, perjuangan yang selalu membela kebenaran dan berkiblat kepada sesuatu yang menjadi keyakinan beliau bahwa sebagai Wakil Presiden waktu itu selalu mementingkan kepentingan rakyat," ungkap Wiranto.

Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu menilai Try Sutrisno selalu berpikir bagaimana memberikan yang terbaik bagi rakyat.

"Saya kira itu sikap yang perlu kita teladani, sikap yang perlu dicontoh, baik sebagai prajurit maupun bagi teman-teman yang saat ini duduk di jabatan-jabatan kenegaraan," ujarnya.

Baca juga: Try Sutrisno Meninggal Dunia, Istana: Kita Berduka Cita Sangat Mendalam

Selalu Berikan Masukan

Wiranto menyebut selalu aktif berkomunikasi dan mendapat masukan positif dari mendiang.

"Hal-hal yang kira-kira menyangkut masalah kenegaraan, beliau selalu memberikan nasihat kepada saya. Saat ini saya masih menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan."

"Selalu beliau mengontak saya untuk hal-hal prinsip yang beliau anggap sebagai hal-hal yang perlu dilaporkan kepada Presiden," ungkapnya.

Profil Singkat Try Sutrisno

Try Sutrisno tercatat lahir pada 15 November 1935 di Surabaya.

Istri Try Sutrisno bernama Tuti Sutiawati.

Anak: Salah satunya Letjen Kunto Arief Wibowo (perwira TNI).

Jejak Karier

Try Sutrisno dikenal sebagai tokoh militer yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pertahanan dan pemerintahan.

Sebelum memasuki panggung politik nasional, ia meniti karier di Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga mencapai jabatan tertinggi sebagai Panglima ABRI. 

Kepemimpinannya yang tegas dan kedekatannya dengan rakyat menjadikannya salah satu figur penting pada masa transisi politik di era Orde Baru.

Karier Militer

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD): 1986–1988.

anglima ABRI (sekarang TNI): 1988–1993.

Pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBSI (1985–1993).

Karier Politik

Wakil Presiden RI ke-6: 11 Maret 1993-11 Maret 1998, mendampingi Presiden ke-2 RI Soeharto.

Pendahulu: Soedharmono, Pengganti: B.J. Habibie.

Afiliasi politik: Golkar (1993–1999), kemudian PKP.

Kiprah Pasca-Wapres

Aktif dalam forum purnawirawan TNI.

Sesekali muncul dalam acara kenegaraan, termasuk peringatan HUT TNI.

(Tribunnews.com/Gilang. Deni, Gita) 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved