Mudik Lebaran 2026
Polri Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang
Sigit mengatakan diperkirakan bakal terjadi puncak arus mudik gelombang kedua pada 18 dan 19 Maret.
Ringkasan Berita:
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus mudik dan balik pada lebaran 2026 akan terjadi masing-masing dua gelombang.
- Sigit mengatakan diperkirakan bakal terjadi puncak arus mudik gelombang kedua pada 18 dan 19 Maret.
- Kemudian, Sigit mengatakan untuk puncak arus balik juga akan terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus mudik dan balik pada lebaran 2026 akan terjadi masing-masing dua gelombang.
Hal tersebut diungkap Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di PTIK/STIK, Jakarta, pada Senin (2/3/2026).
Baca juga: Polri Gelar Operasi Ketupat 2026, 161 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Arus Mudik Lebaran
Ia menyebut prediksi itu didapati jajaran Direktorat Lalu Lintas dari hasil survei yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan serta dengan membandingkan realisasi jumlah pemudik di tahun 2025.
"Prediksi puncak arus mudik (pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret," kata Sigit.
Baca juga: Pertamina Buka Mudik Gratis dan Arus Balik 2026 ke Lebih Dari 15 Kota, Ini Jadwal Daftarnya
Kemudian, setelah periode itu, pemerintah akan menerapkan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16 dan 17 Maret.
Sehingga, Sigit mengatakan diperkirakan bakal terjadi puncak arus mudik gelombang kedua pada 18 dan 19 Maret.
Kemudian, Sigit mengatakan untuk puncak arus balik juga akan terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret.
"Prediksi puncak arus balik kedua pada 28 sampai 29 Maret dan bila diperlukan Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan," tuturnya.
Di sisi lain, antisipasi lonjakan juga disiapkan khususnya pengaturan arus lalu lintas di pelabuhan antara Jawa Timur dan Bali mengingat bergesekan dengan peringatan Hari Raya Nyepi jatuh bersamaan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 H.
"Sehingga perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali karena menghormati Hari Raya Nyepi," tukasnya.
Operasi Ketupat 2026
Sebelumnya, Polri bersama stakeholder terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk memantau dan mengamankan arus mudik lebaran.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan kegiatan tersebut akan dilakukan mulai 13-25 Maret 2026 dengan melibatkan ratusan ribu personel gabungan di seluruh Indonesia.
"Operasi terpusat yang akan dilaksanakan selama 13 hari, dari tanggal 13 Maret sampai dengan tanggal 25 Maret 2026. Pelibatan personel yang dilibatkan gabungan sebesar 161.243 personel," kata Dedi dalam konferensi pers di sela-sela rapat koordinasi (rakor) dengan sejumlah instansi di PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Nantinya dalam operasi tersebut, Polri telah menyiapkan skema pengamanan khususnya kelancaran arus lalu lintas ke sejumlah daerah yang menjadi lokasi pemudik.
Adapun sejumlah skema yang akan dilakukaj mulai dari one way, ganjil genap dan lain sebagainya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.
"Ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan. Selain itu juga, Polri menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi kontingensi," tuturnya.
Baca juga: Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Mulai Perbaiki Ratusan Titik Jalan Tol Jakarta-Cikampek
Selanjutnya, kata Dedi, Polri juga menyiapkan sejumlah posko pengamanan dan pelayanan yang akan fokus untuk mengamankan sejumlah objek seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, bandara, terminal hingga pelabuhan.
"Polri menyiagakan 2.746 posko yang terdiri dari 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu untuk mengamankan 185.608 objek pengamanan di antaranya antara lain masjid, kemudian lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan objek wisata," ucapnya.
Di sisi lain, Dedi menyampaikan pihaknya menyiapkan nomor hotline 110 untuk nantinya digunakan masyarakat jika membutuhkan bantuan.
"Polri memberikan pelayanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang nantinya akan melaksanakan kegiatan mudik. Selain itu Polri mengoptimalkan layanan 110 sebagai hotline untuk layanan pengaduan, laporan tanggap darurat, dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat bila membutuhkan kepolisian," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapolri-berbagi-takjil-111.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.