Dewan Perdamaian
Muzani Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Tokoh dan Pimpinan Ormas Islam
Muzani mengungkapkan isi pertemuan antara Prabowo dengan para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan ormas Islam.
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan ormas Islam.
- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut, dalam pertemuan selama tiga jam itu, dimaksudkan untuk saling mendengarkan perkembangan geopolitik.
- Menurutnya, para ulama memahami hal itu sebagai sebuah sikap yang dilakukan oleh Prabowo adalah pada jalan yang baik dan benar.
TRIBUNNEWS.COM - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan isi pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Muzani menyebut, pertemuan selama tiga jam itu dimaksudkan untuk saling mendengarkan perkembangan geopolitik akhir-akhir ini.
"Dalam pertemuan tersebut, tadi Presiden mengatakan bahwa yang dilakukan oleh beliau adalah demi keutuhan Republik Indonesia, demi keutuhan negara, dan demi kedaulatan Republik Indonesia," ujar Muzani.
Menurutnya, para ulama memahami hal itu sebagai sebuah sikap yang dilakukan oleh Prabowo adalah pada jalan yang baik dan benar.
Oleh karena itu, semua pihak diminta untuk tetap memberikan dukungan dan mendoakan agar apa yang dilakukan Kepala Negara bisa berjalan dengan baik dan mulus.
"Presiden juga terus membuka diri untuk mendapatkan masukan pandangan dari berbagai macam kalangan, termasuk dari para ulama, para kiai," tuturnya.
Politikus Partai Gerindra itu pun berharap pertemuan ini bisa berlangsung rutin beberapa bulan mendatang.
"Karena itu saya kira pertemuan ini diharapkan bisa berlangsung secara periodik dalam beberapa pekan atau dalam beberapa bulan yang akan datang," ucapnya.
Sejumlah Tokoh Hadir
Pantauan Tribunnews.com di lokasi, sejumlah tokoh agama terus berdatangan pada Kamis hingga pukul 19.15 WIB.
Di antaranya, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Cholil Nafis.
Lalu, ada pula Ketua Dewan Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa, Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah Yahya Zainul Marif dan Ketua Dewan Penasihat ICMI Prof Dr Jimly Asshiddiqie.
Baca juga: FPI Desak RI Keluar BoP: Kita Percaya Itikad Baik Presiden Prabowo Tapi Kita Tidak Percaya Amerika
Kemudian, ada Ketua Umum Wahdah Islamiyah, KH Muhammad Zaitun Rasmin yang biasa dikenal sebagai eks tokoh persaudaraan alumni (PA) 212. Lalu, ada juga tokoh agama yang turut hadir acara tersebut.
Di antaranya, pendakwah Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh, pendakwah Ustaz Adi Hidayat hingga Ustaz Subki Al Bughufy.
Ketua Dewan Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa mengatakan dalam pertemuan kali ini Prabowo akan mendengar masukan terkait masuknya Indonesia ke Board of Peace (BoP) alias Dewan Perdamaian.
"Beliau juga ingin mendengar masukan terkait perkembangan terkini, terkait BoP, mungkin masalah Iran dengan Amerika. Banyak hal," ujar Habib Nabiel.
Lebih lanjut, Habib Nabiel mengungkapkan sikap pribadi dari organisasi yang dipimpinnya. Ia berharap Indonesia bisa keluar dari keanggotaan BoP.
"Kalau menurut kami keberadaan BoP kurang efektif. jadi mungkin presiden perlu meninjau ulang, kalau bisa mengundurkan diri lebih bagus," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Deni)