Iran Vs Amerika Memanas
Kemlu RI: Prabowo akan Jadi Mediator Konflik AS-Israel vs Iran Jika Diminta
Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto: Indonesia memainkan peran sebagai honest broker dalam konflik AS-Israel vs Iran.
Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan siap bertolak ke Teheran, Iran untuk menjadi penengah dan memfasilitasi mediasi antara Amerika Serikat (AS)-Israel.
- Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto menegaskan, keinginan Prabowo untuk menjadi penengah itu akan dilakukan jika diminta oleh negara-negara yang terlibat dalam konflik.
- Kata Santo, Indonesia juga berperan sebagai honest broker terkait konflik di kawasan Asia Barat (Timur Tengah), AS-Israel vs Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) Santo Darmosumarto menegaskan, keinginan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi penengah/mediator antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel akan dilakukan jika diminta oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.
Hal ini disampaikan Santo dalam Press Briefing Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta pada Jumat (6/3/2026).
"Ketika Presiden menyebutkan kesediaannya untuk benar-benar aktif dalam mempromosikan mediasi, ini sejalan dengan gagasan di mana Indonesia baru akan mengangkat tangannya jika ada permintaan dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik," kata Santo, dikutip dari kanal YouTube MoFa Indonesia.
Di tengah eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran dengan serangan yang diluncurkan ke Persia mulai Sabtu (28/2/2026) lalu, Prabowo telah menyatakan kesiapannya memfasilitasi kedua belah pihak agar melakukan deeskalasi konflik.
Hal ini diketahui dari pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), Sabtu.
Dalam pernyataan tersebut, Prabowo bersedia untuk bertolak ke ibu kota Iran, Teheran, demi memfasilitasi melakukan mediasi.
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis pernyataan resmi Kemlu.
Honest Broker
Santo Darmosumarto yang juga Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kamboja sejak 2023 itu menegaskan, Indonesia memainkan peran sebagai honest broker terkait konflik di kawasan Asia Barat (Timur Tengah) yang melibatkan AS-Israel vs Iran.
Honest broker sendiri definisinya adalah pihak penengah yang jujur sekaligus tidak memihak dalam sebuah perselisihan untuk membantu pihak-pihak yang terlibat mencapai kesepakatan.
Menurut Santo, peran sebagai honest broker merupakan implementasi politik luar negeri RI Bebas Aktif dan amanat konstitusi untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia.
Dengan peran sebagai honest broker, maka menjadi mediator antara AS-Israel vs Iran merupakan langkah yang tepat yang dilakukan Indonesia.
Akan tetapi, Santo menambahkan, segala detail mengenai niat Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi penengah masih akan dibahas bersama negara-negara yang terlibat konflik.
"Saat ini, bagi Indonesia memainkan peran sebagai honest broker, sebagai mediator dalam hal tersebut," kata Santo.
"Detail-detailnya tentu akan dibahas bersama semua negara yang terlibat, terutama negara-negara yang saling menyerang satu sama lain saat ini."
Baca juga: Indonesia Tunda Board of Peace, Fokus Lindungi WNI di Tengah Gejolak Timur Tengah
"Jadi, ini yang kami ingin bisa tekankan pada semua pihak di sini, bahwa detail [mengenai mediator AS-Israel vs Iran] tentunya masih dibicarakan, dan saya kira akan ada berbagai konferensi pers dari pejabat-pejabat berwenang dari negara-negara tersebut."
Santo menjelaskan, Pemerintah RI akan memerhatikan perkembangan dan langkah-langkah yang dilakukan oleh negara yang terlibat konflik agar dapat menentukan langkah yang tepat sebagai honest broker.