Jumat, 10 April 2026

Menaker Soroti Pekerja yang Stagnan 10–20 Tahun, Perusahaan Diminta Dorong Pengembangan Karier

Pekerja tidak seharusnya bertahun-tahun berada di posisi yang sama tanpa kesempatan untuk belajar

|
Editor: Content Writer
Dok. Kemnaker
RUANG KARIER - Menaker Yassierli menegaskan perusahaan perlu memberi ruang pengembangan karier bagi pekerja agar keterampilan meningkat dan mampu menghadapi perubahan dunia kerja. 

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengingatkan bahwa dunia kerja ke depan akan dihadapkan pada tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi. Karena itu, kemampuan beradaptasi atau agility menjadi kunci, baik bagi pekerja maupun perusahaan.

“Tantangan ke depan itu tidak mudah. Ketidakpastian sekarang sangat tinggi. Karena itu agility menjadi kunci,” ujar Yassierli.

Menurutnya, untuk menghadapi situasi tersebut perusahaan tidak cukup hanya menyediakan lapangan pekerjaan. Perusahaan juga perlu membuka ruang agar pekerja dapat terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan.

Ia menilai pengembangan pekerja merupakan bagian penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan.

“Ini harus kita pahami sebagai sebuah strategi. Ketika kita memampukan pekerja, ketika kita memberdayakan mereka, maka itu akan memberikan long-term effect bagi perusahaan dalam jangka panjang,” kata Yassierli.

Yassierli menjelaskan, pekerja yang diberi kesempatan berkembang cenderung memiliki keterikatan yang lebih kuat terhadap perusahaan. Mereka tidak hanya bekerja untuk menjalankan kewajiban, tetapi juga memiliki semangat dan rasa memiliki terhadap tempat kerjanya.

“Memberdayakan pekerja itu artinya membuat pekerjaan mereka menjadi meaningful. Mereka memiliki engagement, mereka memiliki semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas mereka,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi di mana masih ada pekerja yang telah mengabdi selama 10 hingga 20 tahun tetapi tidak mengalami perkembangan karier.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai hal yang biasa karena setiap individu memiliki potensi untuk berkembang.

“Yang juga membuat saya sedih adalah ketika ada orang bekerja 10 tahun, bahkan 20 tahun di perusahaan, tetapi tidak berkembang. Padahal manusia itu memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang,” kata Yassierli.

Karena itu, ia menegaskan bahwa tugas perusahaan bukan hanya memberikan pekerjaan, tetapi juga membantu pekerja menemukan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Siapa pun punya potensi untuk berkembang. Tugas kita adalah membantu menemukan dan mengoptimalkan potensi itu,” ujarnya.

Sebagai contoh, Yassierli mengaku mendorong para pekerja di berbagai posisi untuk mempelajari keterampilan baru, termasuk kemampuan komputer.

Langkah tersebut dinilai penting agar pekerja memiliki bekal untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan tidak selamanya berada pada posisi yang sama.

“Driver saya dorong untuk belajar komputer. Satpam dan OB juga saya dorong untuk belajar komputer. Karena kita tidak ingin mereka selamanya hanya berada di posisi itu,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved