Konflik Palestina Vs Israel
Ahmad Ali Respons Rencana Taklimat Prabowo Buntut Perang AS-Israel Vs Iran: Pemerintah Harus Optimis
Ahmad Ali meminta agar pemerintah tetap optimistis terkait potensi dampak yang ditimbulkan akibat perang AS-Israel Vs Iran.
Ringkasan Berita:
- Ali tak menampik soal adanya potensi dampak yang akan diterima Indonesia akibat perang AS-Israel dengan Iran
- Elite PSI memaklumi adanya kekhawatiran dari Kepala Negara imbas perang di wilayah teluk
- Satu faktor kekhawatiran Prabowo adalah Indonesia selama ini masih bergantung kepada keran impor dari negara lain terutama soal pasokan
TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali meminta agar pemerintah tetap optimistis terkait potensi dampak yang ditimbulkan akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Hal ini Ali sampaikan merespons rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan mengeluarkan taklimat khusus kepada rakyat Indonesia dalam waktu dekat menyikapi gejolak perang di timur tengah.
"Kita berharap apapun yang disampaikan, bangsa ini bangsa besar seharusnya kita selalu optimis. Kita mendorong bapak presiden, pemerintah harus optimis," kata Ali saat ditemui di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (10/3/2026).
Ali tak menampik soal adanya potensi dampak yang akan diterima Indonesia akibat perang AS-Israel dengan Iran.
Namun, dia menekankan pemerintah tidak memandang pesimis.
Menurut dia, pemerintah harus bisa beradaptasi dengan situasi yang ada, terlebih Indonesia merupakan negara yang besar.
Baca juga: Zulfan Lindan Ungkap Banyak Pelajar WNI di Iran Ingin Pulang ke Tanah Air, Tapi Sekolah Tak Libur
"Iran itu diembargo bertahun-tahun kan, tapi dia bisa survive. Dan kita berharap dampak yang ditimbulkan di perang teluk ini tidak kemudian berdampak terlalu serius terhadap ekonomi kita," jelasnya.
Kendati demikian, Ali memaklumi adanya kekhawatiran dari Kepala Negara imbas perang di wilayah teluk.
Satu faktor kekhawatiran Prabowo menurut Ali adalah Indonesia selama ini masih bergantung kepada keran impor dari negara lain terutama soal pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Baca juga: Megawati Kirim Surat ke Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei: Saya Gembira
Terlebih, lanjut Ali, kini Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pengiriman BBM di dunia ikut terdampak akibat serangan AS-Israel terhadap Iran.
"Hari ini minyak sudah menyentuh 100-120 USD per barel itu baru lima hari Selat Hormuz nya di tutup, kalau dia 10 hari? Nah tentunya kita lihat kebutuhan kita, kebutuhan BBM kita berapa lama apa berapa banyak," ujarnya.
Rencana Taklimat Prabowo
Presiden Prabowo Subianto berencana akan menyampaikan taklimat bagi seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat.
Hal itu disampaikan Presiden saat meresmikan 218 jembatan di sejumlah wilayah di Indonesia secara daring, pada Senin, (9/3/2026).
Belum diketahui apa yang akan disampaikan Presiden dalam taklimat tersebut.
Hanya saja Presiden sebelumnya menyampaikan bahwa Indonesia harus siap menghadapi kesulitan imbas dari perang AS-Israel dengan Iran.
"Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar, tapi juga saya harus jujur kepada seluruh rakyat dan saya juga akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat," kata Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi kesulitan yang terjadi pada Indonesia imbas perang AS-Israel dengan Iran.
Menurut Presiden perang tersebut berdampak tidak hanya bagi negara negara Teluk melainkan juga negara lainnya.
“Saudara-saudara, seluruh dunia sedang mengalami goncangan, seluruh dunia. Akibat perang di Timur Tengah kita terus terang saja harus siap menghadapi kesulitan,” kata Prabowo.
Mantan Danjen Kopassus tersebut menjelaskan bahwa kondisi geopolitik global sekarang ini sedang panas.
Perang terjadi di sejumlah wilayah. Selain perang antara Rusia dan Ukraina, terkini perang terjadi antara AS-Israel dengan Iran yang kemudian berimbas pada negara-negara Teluk.
"Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya. Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah," kata Prabowo.
Menurut Presiden peperangan yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut berpotensi akan berdampak kepada Indonesia.
Meskipun secara geografis, letak Indonesia jauh dari negara negara yang sedang bertikai.
"Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-Harian-PSI-Ahmad-Ali-saat-Safari-Ramadan-2026-di-Sleman.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.