Minggu, 26 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Berbeda Sekali, Respons Menteri RI dengan Menteri Singapura tentang Dampak Perang Timteng

Ekonom menyoroti perbedaan respons menteri di Indonesia dengan menteri di Singapura mengenai dampak perang Timur Tengah.

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Sri Juliati
Tribunnews.com/Taufik Ismail
RAPAT STOK BBM – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta usai menghadap Presiden Prabowo Subianto, Senin (2/3/2026). Pertemuan tersebut membahas langkah mitigasi stok BBM nasional jelang Lebaran akibat dampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang memicu krisis minyak dunia. 

Ringkasan Berita:
  • Ekonom Wijayanto Samirin mengungkap perbedaan respons menteri Indonesia dengan menteri Singapura tentang dampak perang di Timur Tengah.
  • Menteri Singapura meminta rakyatnya agar bersiap menghadapi masa sulit.
  • Menteri Indonesia mengklaim situasi dalam negeri masih aman-aman saja.

TRIBUNNEWS.COM Wijayanto Samirin, ekonom dari Universitas Paramadina Jakarta, menyoroti perbedaan respons menteri di Indonesia dengan menteri di Singapura mengenai dampak perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Menurut Wijayanto, segera sesudah Iran diserang, Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong langsung memberikan wejangan kepada rakyatnya agar bersiap menghadapi masa sulit.

“Wong memberikan pidato kepada seluruh rakyatnya, ‘Bersiap, kita akan defisit. Kita akan menghadapi masa sulit,’” ujar Wijayanto dalam acara Kompas Bisnis di Kompas TV, Rabu, (11/3/2026).

Di sisi lain, kata Wijayanto, menteri-menteri di Indonesia memberikan respons yang kontras atau berkebalikan. Para pejabat tinggi itu menyebut kondisi Indonesia masih aman.

“Yang merespons adalah para menteri yang mengatakan kita aman, tenang-tenang saja, BBM aman, fiskal aman, segala macam,” katanya.

Menurut dia, apa yang disampaikan oleh menteri-menteri Indonesia tidak menjelaskan situasi saat ini, tetapi malah membangun distrust atau ketidakpercayaan.

Wijayanto kemudian mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini. Prabowo meminta rakyat untuk bersiap menghadapi masa sulit ke depan.

“Jadi, [Prabowo] terbuka, memberikan gambaran kepada rakyat bahwa kita akan menghadapi masalah, tapi kita masih mempunyai kekuatan. Kita akan berusaha sebaik mungkin,” ucap ekonom yang pernah menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi dan Keuangan untuk Wapres Jusuf Kalla itu.

Dia juga senang karena Prabowo mengaku akan menyampaikan penjelasan yang lebih detail dalam taklimat. Menurut Wijayanto, yang dilakukan Prabowo adalah hal yang bagus.

“Transparan. Terus terang kepada rakyat. Yang kedua, menjadikan rakyat sebagai bagian dari solusi, bukan sebagai objek yang diam saja.

Menurut dia, ketika rakyat diajak menjadi bagian dari solusi, mereka akan mendukung apa pun inisiatif pemerintah dengan senang hati. Oleh karena itu, jika ke depannya ada situasi sulit, pemerintah idealnya bisa menjelaskan secara terbuka.

Baca juga: Rocky Gerung Kritik Pernyataan Purbaya soal Harga Minyak Dunia: Hanya Ingin Prabowo Senang

PERJANJIAN DAGANG - Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, dalam Sarahsehan Kebangsaan Asta Cita Presiden Prabowo dengan topik Quo Vadis Pembangunan Ekonomi Nasional Indonesia di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Ia menyebut Indonesia disebut kalah 3-0 dari Amerika Serikat.
PERJANJIAN DAGANG - Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, dalam Sarahsehan Kebangsaan Asta Cita Presiden Prabowo dengan topik Quo Vadis Pembangunan Ekonomi Nasional Indonesia di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (25/2/2026). (Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami)

Bahlil dan Zulhas sebut kondisi Indonesia aman

Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan optimismenya di tengah konflik Timur Tengah.

Bahlil mengklaim pemerintah telah memastikan kondisi pasokan energi dan pangan aman dengan melakukan pengecekan lintas sektor.

“Baik saya maupun Pak Zul sudah menyampaikan kepada Presiden, dari sektor energi maupun pangan terhadap harga-harga juga masih dalam kondisi yang terjangkau,” kata Bahlil setelah rapat terbatas bersama Prabowo dan sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, (4/3/2026).

Menurutnya, seluruh jajaran pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi menjelang Lebaran, terutama tentang pasokan energi dan bahan pokok.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved