Budi Arie Minta Pemerintah Bijak Respons Kritik Rakyat: Itu Masukan, Bukan Ancaman
Ketum Projo Budi Arie ingatkan elit pemerintah agar bijak sikapi kritik. Sebut kritik rakyat adalah masukan, bukan ancaman bagi negara. Cek detailnya!
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie, menyerukan kepada jajaran elit pemerintahan untuk bersikap lebih arif dan bijaksana dalam merespons dinamika kritik dari masyarakat.
Menurutnya, di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, kritik harus dipandang sebagai energi penguat bangsa.
Budi Arie menekankan bahwa setiap bentuk aspirasi, baik yang datang dari masyarakat luas maupun kalangan akademisi, merupakan masukan berharga demi kepentingan nasional yang lebih besar.
“Indonesia adalah rumah kita bersama. Sekecil apa pun, sebagai warga negara kita punya tanggung jawab. Kritik harus dipandang sebagai masukan membangun, bukan ancaman,” ujar Budi Arie dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Waspada Dampak Geopolitik Global
Pesan ini disampaikan di tengah situasi dunia yang sedang berguncang. Budi Arie menyoroti bagaimana dinamika ekonomi dan keamanan global saat ini mulai memberikan dampak nyata bagi Indonesia, terutama pada lapisan masyarakat bawah.
Sejalan dengan peringatan Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi kesulitan akibat konflik di Timur Tengah, Budi Arie mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimis.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Indonesia melewati krisis pandemi Covid-19 adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan rakyat adalah kunci utama.
“Kita harus membangun wawasan global karena setiap peristiwa di luar negeri akan berdampak ke dalam negeri. Namun, kita harus percaya diri bahwa bangsa ini mampu melewati badai jika kita tetap bersatu,” tambahnya.
Baca juga: Sejumlah Pakar Temui JK, Soroti Jurang Komunikasi yang Buat Rakyat Tak Paham Prabowo
Patriotisme yang Solutif
Budi Arie menegaskan bahwa Projo siap menjadi wadah bagi setiap kritik yang membangun guna melahirkan solusi strategis dan praktis bagi negara.
Baginya, keterbukaan terhadap masukan adalah bentuk investasi langsung bagi masa depan bangsa.
“Revitalisasi semangat patriotisme dan kewaspadaan nasional sangat diperlukan. Dengan optimisme dan kerendahan hati untuk mendengar, kita pasti bisa melewati masa sulit ini bersama-sama,” pungkas sosok yang memimpin organisasi relawan pendukung Jokowi sejak 2014 tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Budi-Arie-Setiadi-soal-Kongres-III-Projo.jpg)