Sabtu, 25 April 2026

OTT KPK di Cilacap

Kata KPK soal 3 Bupati di Jateng Kena OTT: Kami Tidak Interest ke Satu Daerah

Sebanyak tiga bupati di Jawa Tengah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ringkasan Berita:
  • Pada tahun 2026, sebanyak tiga bupati di Jawa Tengah terjaring dalam OTT yang dilakukan KPK.
  • Mereka adalah Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dan terkini ada nama Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
  • Terkait hal itu, KPK mengaku tak menarget sejumlah daerah khusus dalam melaksanakan OTT.

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak tiga bupati di Jawa Tengah (Jateng) terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak awal tahun 2026. 

Mereka adalah Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dan terkini ada nama Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Terkait hal itu, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengaku tak menarget sejumlah daerah khusus dalam melaksanakan OTT.

“Sebetulnya, tidak ada, kita tidak interest ke satu daerah. Yang kita interest itu adalah kepada oknum-oknum ya. Oknum-oknum kepala daerah yang memang ada laporannya ke kita,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).

Asep menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan OTT di Jawa Tengah, tapi juga di wilayah lain.

Contohnya, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari yang kena OTT KPK pada Senin (9/3/2026) malam. 

Ia ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap ijon proyek di Pemkab Rejang Lebong periode 2025-2026 pada Rabu (11/3/2026). 

Asep lantas menyinggung peringatan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengenai maraknya bupati di daerahnya yang terkena operasi senyap.

“Apalagi sudah diperingatkan oleh Pak Gubernurnya gitu ya. Diperingatkan, sama kita, sama SE enggak dengar, peringatkan Pak Gubernurnya juga enggak dengar,” ujar Asep.

Peringatan itu tidak diindahkan di mana tindakan melawan hukum tetap dilakukan sehingga ada laporan masyarakat yang masuk. Laporan itu kemudian diproses oleh lembaga antirasuah.

"Jadi tidak ada tendensi ke wilayah mana pun, tapi kami akan hadir untuk melakukan penindakan jika kepala daerah itu memang melakukan tindak-tindak korupsi," ungkapnya.

Baca juga: Bupati Cilacap Syamsul Auliya Sempat Jalankan Salat Isya Sebelum Ditahan KPK Terkait Kasus THR

Sebagai informasi, Sudewo menjadi tersangka atas kasus dugaan pemerasan terhadap perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Selasa (20/1/2026) lalu.

Tak hanya itu, KPK juga menetapkan Sudewo jadi tersangka dalam dugaan suap proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Sudewo ditetapkan jadi tersangka setelah menjalani serangkaian pemeriksaan setelah KPK melakukan OTT.

Sementara itu, Fadia Arafiq terkena OTT KPK pada Selasa (3/3/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved